Warga Siap dipungut Biaya Asal Sampah Mereka Diangkut - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Warga Siap dipungut Biaya Asal Sampah Mereka Diangkut

Warga Siap dipungut Biaya Asal Sampah Mereka Diangkut

Written By Mang Raka on Rabu, 25 Mei 2016 | 16.00.00

KUTAWALUYA, RAKA - Masyarakat Kecamatan Kutawaluya siap dipungut biaya agar masalah sampah yang sudah lama tidak dikelola dengan baik dapat diatasi dengan baik. Sebab, selain bau menyengat, sampah yang dibakar sulit terurai dan menyebabkan daya serap tanah terhadap air melemah.
Masalah sampah, kini menjadi momok yang sulit dituntaskan. Warga Kampung Pangasinan RT 01 RW 01 Desa Waluya Kecamatan Kutawaluya, Ahmad Yani (59) contohnya, Ia mengatakan, tumpukan sampah yang berada di sepanjang Jalan Raya Waluya tidak diperhatikan. Sampah produksi rumahan dari warga lingkungannya tiap hari kian menumpuk. "Tumpukan sampah itu dari warganya sendiri yang kurang memperhatikan lingkungan," katanya kepada Radar Karawang, Selasa (24/5).
Akibatnya, lingkungan menjadi tercemar, baik kerena bau tidak sedap yang timbul dari pembusukan sampah, maupun polusi udara. Pasalnya, untuk merendahkan tumpukan sampah, warga kerap membakarnya. Padahal sampah plastik sulit terurai oleh tanah jika dilakukan pembakaran. Apa daya, karena kurangnya pengetahuan warga, kebiasaan ini akan membuat tanah kian tak kuat menyerap air. "Coba saja gali setiap lokasi hasil tumpukan sampah plastik hasil pembakaran. Selain sulit terurai, daya serap tanah jadi kurang cepat. parahnya, Kalo banjir datang kebanyakan orang malah bilang maklum," terangnya.
Sebab tidak ingin terlalu mencemari lingkungan di sepanjang jalan tersebut. Tidak sedikit warga membakar sampah di lingkungan ataupun halaman rumahnya masing-masing. Kendati demikian, pihaknya tidak merasa keberatan untuk dipungut iuran demi pengelolaan sampah, serta memperbaiki lingkungan. Selain itu, ruang geraknya butuh dukungan dari aparatur pemerintah Desa Waluya. "Demi mencegah akibat yang timbul dari keberadaan sampah, saya tidak keberatan bila setiap hari dipungut iuran Rp 1000. Coba hitung per Kepala Keluarga (KK) di setiap desa. Tentunya, angka segitu tidak terlalu membebankan warga, dan saya yakin, semuanya setuju apabila hal tersebut didukung pihak desa," tandasnya. (cr3)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template