Warga Sembilan Desa Diserang TBC - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Warga Sembilan Desa Diserang TBC

Warga Sembilan Desa Diserang TBC

Written By Mang Raka on Selasa, 17 Mei 2016 | 17.00.00

TEGALWARU, RAKA - Sekitar seratus warga sembilan desa terserang penyakit ispa dan TBC. Selain karena pola istirahat tidak teratur dan kurangnya terkena sinar matahari, penyakit itu juga menyebar lantaran proses penularan.

Berdasarkan data Puskesmas setempat, jumlah pengidap sesak nafas dengan kriteria tersebut cukup banyak. Sejak bulan Januari 2016 ini saja, jumlah pengidap TBC sekitar 30 orang dan tersebar di sembilan desa serta pengidap sesak nafas mencapai hingga 70 orang. Selebihnya penyakit Ispa dan penangannnya pun bisa dilakukan di Puskesmas setempat.
Menurut Koordinator UGD Puskesmas Tegalwaru, Dr.Bubun Bunyamin.MM, Senin (16/5), pola hidup sehat memberikan jaminan warga akan terlepas dari berbagai penyakit. Khusus terhadap pengidap saluran pernafasan, saat ini penangannnya hanya 0,87% yang dirujuk ke rumah sakit daerah untuk penanganan serius. Rata-rata pasien dalam pengobatannya tidak serius dan menganggapnya biasa. "Seharusnya mereka akan lebih baik berobat secara terjadwal agar perkembangan penyakit dan rekam medisnya bisa dianalisa dengan cermat hingga pasien bisa sembuh total," ucap Bubun.
Ditambahkan Bubun, warga bahkan ada yang tidak lagi berobat mungkin dengan berbagai pertimbangan seperti sudah agak baikan telah berobat hanya satu atau dua kali sudah merasakan sembuh lalu mengabaikan berobat. "Saya berpesan agar masyarakat jangan sungkan untuk datang dan mengobati penyakitnya agar bisa sembuh secara permanen," ucapnya.
Ditempat sama, pasien sesak nafas asal Kampung Cinaga, Desa Kutalanggeng, Ncah (54), mengatakan dirinya sudah berkali-kali berobat karena sesak nafas dan hingga saat ini sudah satu bulan ke Puskesmas Tegalwaru untuk bisa lepas dari sakit yang dideritanya. "Penyakitnya sepertinya tidak mau sembuh-sembuh dan penyakit sesak nafas yang saya derita sudah satu bulan. Karena jika berobat ke klinik khusus uangnya tidak ada makanya saya berobat ke puskesmas saja sudah cukup. Saat RAKA, mempertanyakan perihal obat yang di berikan dan pengaruhnya, Ncah menandaskan, obatnya cukup membantu meringankan penyakitnya. "Saya berobat ke puskesmas karena obatnya cocok dengan yang dibutuhkan tubuh saya," tegasnya.
Sementara, petugas kesehatan Puskesmas Pembantu di wilayah Desa Cipurwasari, Endah (26), menyatakan pola hidup yang sehat penting untuk dilakukan. Selain mengingatkan pentingnya pula mengganti sirkulasi udara di dalam rumah sebagai salah satu penyebabnya. Ditambah lagi saat ini kesadaran warga tengah di informasikan agar tidak lagi menafsirkan kebiasaan rumah gelap tanpa tersinari oleh sinar Matahari. "Psikologis rumah di perkampungan sangat berdekatan, hingga ventilasi udara pun terbatas dan sinar matahari jarang sekali masuk rumah. Akibatnya udara tidak pernah terganti hingga malah bakteri terus saja berkembang hingga memudahkan penyakit tersimpan di tubuh manusia," tandasnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template