Warga Pangkalan Keluhkan Jalan Rabat Beton - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Warga Pangkalan Keluhkan Jalan Rabat Beton

Warga Pangkalan Keluhkan Jalan Rabat Beton

Written By Mang Raka on Selasa, 10 Mei 2016 | 14.00.00

PANGKALAN, RAKA - Masyarakat Kecamatan Pangkalan mengeluhkan pembangunan jalan di wilayahnya. Mereka menilai akibat pembangunan itu, lebar badan jalan jadi sempit. Sementara ruang untuk pejalan kaki sama sekali tidak ada. Padahal kendaraan yang melintas rata-rata kendaraan besar. Warga pejalan kaki khawatir, karena sama-sama berjalan menggunakan badan jalan bisa saja setiap saat jadi korban tabrak kendaraan-kendaraan tersebut.

"Jalan makin hari semakin tebal oleh beton tetapi lebar jalan justru semakin sempit. Kalau sebelumnya masih nyaman berjalan kaki dipinggir jalan sekarang jalannya dibahu jalan. Artinya, dengan kondisi jalan sekarang baik pengendara kendaraan dan pejalan kaki sama-sama berjalan di jalan yang sama. Ini sangat berbahaya, karena bisa saja sewaktu-waktu tertabrak oleh kendaran," ujar Acah (32) warga Kampung Karadak, Desa Tamanmekar, Senin (9/5).
Sementara kendaraan yang melintas rata-rata kendaraan besar yang mestinya tidak diperbolehkan melintas di jalan  itu. Ditambah lagi kesadaran pengendaranya juga masih minim. "Persoalannya sekarang selain tidak adanya trotoar batas antara jalan dan pemukiman wargapun seperti tidak ada  batasnya, nyaris satu sisi dengan beton jalan," tambah Acah.
Acah juga menambahkan, kondisi halaman rumah yang hampir tidak ada batasnya dengan badan jalan kerap membuat warga jadi was-was setiap saat keluar rumah. "Saya hanyalah warga yang tidak mengerti perihal hukum. Namun yang membuat saya heran kenapa pemerintah mesti membenarkan perbaikan jalan itu sebelum bermusyawarah dengan masyarakat pemilik rumah," tanyanya.
Idealnya, lanjut Acah, harusnya mengajak warga rembukan terlebih dulu sebelum melakukan perbaikan. "Kami berharap mestinya pemerintah dan pelaku perbaikan jalan bisa membenarkan terlebih dahulu batas jalan dan rumah warga, agar warga tidak dirugikan. Sementara masalahnya kan kami merasa was-was dengan keadaan seperti sekarang ini," imbuhnya.
Sementara Dian (25) guru sekolah dasar di wilayah Kampung Kereteg, Desa Wanasari menerangkan, dirinya pun khawatir dengan kondisi jalan yang mesti dihadapi oleh siswa dan siswi sekolahnya. Terlebih sekolahnya dekat sekali dengan jalan. Perasaannya tidak nyaman dengan banyaknya kendaraan lalu lalang dan ketersedian jarak aman jalan dengan pejalan kaki tidak ada. "Miris sekali, dan yang paling parahnya marka jalan pun tidak ada hingga kekhawatiran saya, anak-anak kan sering bercanda, khawatir jam pulang saat pulang mereka tersambar kendaraan yang lalulalang. Saya berharap bisa dibuatkan zebra cross dan marka jalan serta para pengemudi di harapkan berhati-hati," akunya.
Hal senada diungkapkan Yuniar (44) warga Kampung Jatilaksana, Desa Jatilaksana. Menurut dia jalan di selatan Karawang saat ini memang tidak ada ketersediaan untuk pejalan kaki. Sialnya lagi pemerintah pun ternyata diam saja. Sementara hak bagi masyarakat pejalan kaki sama sekali tidak dipikirkan. Padahal hak itu merupakan jaminan keselamatan bagi warga. "Saya setuju sekali dengan apa yang sering diteriakan kepada pemerintah terkait kebijakan penggunaan truk bermuatan berat dan yang lebih bahayanya lagi pejalan kaki kadang bisa menjadi tumbal saja," tutupnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template