Warga Kutawaluya Olah Kulit Ular Beragam Spesies - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Warga Kutawaluya Olah Kulit Ular Beragam Spesies

Warga Kutawaluya Olah Kulit Ular Beragam Spesies

Written By Mang Raka on Jumat, 13 Mei 2016 | 14.30.00

KUTAWALUYA, RAKA - Ular biasanya bikin ngeri banyak orang karena takut pada gigitan dan bisanya yang mematikan. Namun tidak bagi warga Kutawaluya. Sejak tahun 2008 mereka justru menjadikan binatang ini sebagai objek bisnis.
Di Kampung Babakan Banten RT 09 RW 03 No 75 Desa Kuta Jaya Kecamatan Kutawaluya kulit ular bisa dijadikan pundi-pundi rupiah. Muhtamar (36) contohnya, ia bersama sang ayah sudah membuka jasa pengolahan kulit ular kobra, piton, dan biawak setengah jadi. "Kami lanjutkan usaha ini dari ayah, mulai tahun 2008," aku dia kepada Radar Karawang, Kamis (12/5).
Kulit ini sendiri berasal dari Kota Cirebon. Mereka bekerja untuk memenuhi permintaan dari Jakarta. Untuk model sendiri, tandas dia, bervariatif. Kulit kobra yang biasa digunakan ialah yang memiliki panjang 1,15 meter, piton batu 2 meter, piton batik 5 meter, dan biawak 40 sentimeter. Tiap bulan paling sedikit ia mengirimg 100 hingga 500 lembar kulit ular. "Memang untungnya tidak banyak, tapi lumayan mencukupi keperluan rumah tangga," katanya.
Kulit ular ini memang sengaja diolah setengah jadi. Sebab nanti di Jakarta akan diproses lebih lanjut hingga siap untuk dipasarkan. Biasanya untuk tas, dompet, ikat pinggang, sepatu sampai aksesoris lainnya.
Terdapat beberapa tahap mengolah kulit ular. Mulai dari pengapuran agar memudahkan pemisahan sisa daging dalam upaya pembersihan hingga pewarnaan sedemikian rupa dengan pewarna tekstil agar terlihat cantik. Proses terakhir ialah pengeringan dibawah sinar matahari. "Dari proses awal sampai akhir memerlukan waktu 7 hari," kata dia.
Ia mengaku memiliki sejumlah kendala dalam usaha ini. Yakni ketika musim hujan tatkala tak ada sinar matahari. Untuk mengeringkan kulit ular, bisa memerlukan waktu lebih lama hingga 10 hari. Mengenai upaya pelestarian ular, ia juga selektif memilih. Mana ular yang bisa diolah mana yang harus dijaga kelangsungan hidupnya. Ia juga perlu membatasi usahanya agar populasi ular tetap terjaga keseimbangannya. "Uang yang didapat dari mana lagi, kalo tidak seperti ini," kata dia. (cr3)    
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template