Warga Desa Malas Bayar Pajak - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Warga Desa Malas Bayar Pajak

Warga Desa Malas Bayar Pajak

Written By Mang Raka on Rabu, 11 Mei 2016 | 14.30.00

-Tunggakan PBB Banyusari Terbesar

KOTABARU, RAKA - Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang saat ini menjadi andalan pendapatan asli daerah (PAD) ternyata cukup memprihatinkan. Pasalnya meski sudah mendekati akhir semester pertama, pemasukan PBB tiap kecamatan masih di bawah 4 persen.
"Lamban yah, terutama Banyusari, pemasukannya kecil banget," ujar Kepala UPTD Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Wilayah III Rahmat Ibrahim, seusai rapat minggon di Kecamatan Kotabaru, Selasa (10/5).
Lambannya pemasukan PBB di wilayah III yang meliputi Kecamatan Kotabaru, Cikampek, Tirtamulya, Jatisari dan Banyusari, menurut Rahmat karena beberapa faktor. Tetapi faktor utamanya adalah masih rendahnya kepedulian masyarakat membayar pajak. "Kalau melihat dari realisasi Banyusari ketinggalan yah, mungkin wilayahnya luas dan ada pedesaan juga. Berbeda dengan desa yang masuk perkotaan, mereka cenderung sudah melek (bayar pajak)," ujarnya.
Dia mengaku terus melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan PBB. Karena pajak merupakan salah satu andalan sumber PAD di Kabupaten Karawang. Sedangkan kecamatan yang menjadi tanggung jawabnya, saat ini rata-rata masih di angka 1 persen, tertanggal 4 Mei 2016. Rinciannya, Kecamatan Banyusari dari target Rp 857.660.110 baru terealisasi Rp 551.728 (0,1 persen), Kecamatan Kotabaru target Rp 2.724.651.431 baru Rp 94.619.753 (3,5 persen). Kecamatan Cikampek target Rp 1.789.659.778 terealisasi Rp 61.720.094 (3,4 persen), Kecamatan Jatisari target Rp 1.156.895.344 baru terealisasi Rp 7.282.516 (0,6 persen) dan Kecamatan Tirtamulya target Rp 769.788.762 baru Rp 6.294.876 (0,8 persen). "Upaya kami terus melakukan pembinaan kepada para bendahara PBB, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat," ujarnya.
Lain dari itu, yang menjadi faktor lain sehingga pemasukan PBB lamban adalah karena urusan politik desa. Karena biasanya yang menjadi bendahara PBB adalah orang dekat kepala desa, seperti saudara, keluarga maupun mantan tim sukses, sehingga tidak semua masyarakat suka terutama lawan politiknya. Akibatnya mereka enggan bayar PBB. "Jadi ada juga yang terpengaruh oleh politik desa. Atau bisa dikatakan buntut dari pilkades," ujarnya.
Camat Kotabaru Agus Sugiono mengaku tidak bosan menyampaikan arahan kepada para kepala desa, agar meningkatkan pemasukan PBB, terutama saat rapat minggon. Pasalnya pajak menjadi salah satu sumber untuk melakukan pembangunan di daerah. "Kami harap kades bisa mengoptimalkan penarikan PBB. Karena anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan salah satunya bersumber dari PBB," ujarnya. (zie)

Utang PBB di Wilayah III
Kecamatan Banyusari
Target Rp 857.660.110
Baru terealisasi Rp 551.728 (0,1 persen)

Kecamatan Kotabaru
Target Rp 2.724.651.431
Baru terealisasi Rp 94.619.753 (3,5 persen)

Kecamatan Cikampek
Target Rp 1.789.659.778
Baru terealisasi Rp 61.720.094 (3,4 persen)

Kecamatan Jatisari
Target Rp 1.156.895.344
Baru terealisasi Rp 7.282.516 (0,6 persen)

Kecamatan Tirtamulya
Target Rp 769.788.762
Baru terealisasi Rp 6.294.876 (0,8 persen)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template