Wakil Ketua KPK Dipolisikan di Karawang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Wakil Ketua KPK Dipolisikan di Karawang

Wakil Ketua KPK Dipolisikan di Karawang

Written By Mang Raka on Selasa, 10 Mei 2016 | 15.00.00

KARAWANG, RAKA - Kecaman terhadap pernyataan Wakil Ketua Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Saut Situmorang yang dinilai merendahkan organisasi Himpunan Mahasiswa Islam, meluas ke berbagai daerah, termasuk Karawang. Kemarin, para kader dan alumni HMI di daerah ini menggelar aksi unjuk rasa. Bahkan, mereka melaporkannya kepada polisi.
Massa yang bergerak berjalan kaki dari Masjid Aljihad sejak pukul 10.00, sempat berhenti di bundaran Mega M. Di sana mereka berorasi. Puas berorasi, massa mendatangi Polres Karawang dan melaporkan pernyataan yang dilontarkan Saut pada acara yang digelar di salah satu stasiun televisi swasta, Kamis 5 Mei 2016. Diketahui, saat itu Saut bercerita tentang perilaku pejabat yang korup. Namun tiba-tiba, Wakil Ketua KPK itu menyebut nama HMI. "Orang yang baik di negara ini mas, jadi jahat ketika sudah menjabat. Lihat aja tokoh-tokoh politik, itu orang-orang pintar semuanya, orang-orang cerdas. Saya selalu bilang, kalau dia HMI, minimal dia ikut LK I (Latihan Kader I), lulus itu, anak-anak mahasiswa itu, pintar. Tapi begitu menjadi pejabat, dia menjadi jahat, curang. Ini karena apa, ini karena sistem belum jalan," ujar Saut di acara itu.
Sontak saja, pernyataan ini menuai banyak kecaman. Ketua Umum HMI Cabang Karawang Yogi Anggriawan menyebutkan, Saut Situmorang sudah melecehkan nama baik organisasinya, apalagi disaksikan banyak orang karena disiarkan langsung. "SS telah mendeskriditkan Himpunan Mahasiswa Islam, di HMI kami tidak diajarkan korupsi. Justru, undang-undang antikorupsi, pembentukan KPK, merupakan buah pikiran para alumni HMI," ujarnya kepada Radar Karawang.
Dia melanjutkan, aksi yang juga diikuti pengurus Korps Alumni HMI ini, bukan hanya digelar di Karawang, tapi di seluruh daerah. "Kami tidak mau hanya aksi di jalan, tapi membuat laporan juga ke Polres Karawang biar ditindaklanjuti melalui hukum," lanjutnya.
Saat melapor ke Polres Karawang, Ketua Lembaga Bantuan Hukum KAHMI Karawang Ferry Piliang mengatakan, pernyataan Saut Situmorang ini telah merendahkan martabat institusi HMI, kader, termasuk para alumninya. "Apalagi yang membuat pernyataan merupakan pejabat negara dan disiarkan secara langsung di salah satu stasiun televisi. Ini sangat melukai perasaan kami sebagai kader dan alumni HMI," ujarnya.
Dari Jakarta dilaporkan, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang akhirnya buka mulut setelah kader HMI di berbagai penjuru Nusantara bereaksi keras. Dalam jumpa pers di kantor KPK, Senin (9/5), Saut akhirnya meminta maaf dan mengklarifikasi ucapannya yang telah menyinggung kader HMI. Sebagai pribadi, Saut mengaku tidak bermaksud menyinggung HMI atau lembaga lain sehingga menimbulkan kesalahpahaman persepsi. "Untuk itu saya mohon maaf atas pernyataan tersebut. Sekali lagi saya mohon maaf," kata Saut.
Dia dan pimpinan KPK lainnya percaya, HMI sebagai lembaga penggerak aktivis mahasiswa Indonesia bisa menjadi mitra KPK dalam upaya pemberantasan korupsi. "Untuk itu kami akan segera melakukan pertemuan dengan pimpinan HMI menjalin silaturahmi agar menjaga hubungan yang lebih baik," kata Saut.
Ia pun meminta maaf atas pernyataannya yang telah menimbulkan reaksi kemarahan besar HMI. Saut juga berharap agar permasalahan itu selesai dan tidak berkepanjangan. "Saya pribadi, tidak mengharap itu terjadi. Itu pernyataan saya keluar dari alam bawah sadar saya. Saya inginnya tidak ditindaklanjuti (ke ranah hukum)," ujarnya.
Ia menyatakan, sebenarnya di balik pernyataan itu ada harapan besar kepada HMI. "Kan hidup saya di mahasiswa juga sangat dekat dengan HMI. Di kantor saya sebelumnya, juga dekat dengan HMI," kata mantan Staf Ahli Badan Intelijen Negara (BIN) ini. Saut menegaskan, tidak bermasuk menyinggung HMI maupun lainnya dengan pernyataan yang disampaikan tersebut. "Saya berharap HMI sebagai lembaga besar, harus terus berkembang," jelas Saut.
Sementara itu, aksi ratusan kader HMI di gedung KPK sempat diwarnai kericuhan. Pemicunya, Saut tidak menemui para pengunjuk rasa. Aksi lempar batu ke arah KPK sempat mewarnai demo organisasi mahasiswa berciri hijau hitam itu. Polisi pun menghalau dengan menembakan gas air mata. Namun, usai keadaan mereda, massa kembali menggelar aksi. Pelaksana Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati Iskak menyampaikan permintaan maaf Saut.
Sebelumnya, Ketua Presidium Majelis Nasional KAHMI Mahfud MD Mahfud menyinggung ucapan Saut yang menyebut organisasinya korup dan jahat. Mahfud mengatakan bahwa banyak alumni HMI yang menjadi para pejuang anti korupsi. Dan hingga sekarang masih tetap berkomitmen memerangi korupsi. "Bagir Manan, Anwar Nasution, Jimly Asshiddiqie, Suparman Marzuki, Aidul Fitri, Artijo Alkostar, sampai Bambang Widjojanto," sebut Mahfud, melalui akun twitternya.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu mengingatkan kepada Saut agar berhati-hati dalam berucap. Dia menyebut pola pikir Saut harus diluruskan. "Ini hanya meningatkan cara berpikir (Saut). Kalau menyebut ada yang celaka jadi koruptor, harusnya disebut juga banyak pejuang yang anti korupsi," pungkas dia.
Peringatan juga dilontarkan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko. Jenderal bintang empat ini menyebutkan, pernyataan tersebut sama sekali tak pantas keluar dari mulut pimpinan lembaga negara. Moeldoko menilai, pernyataan Saut telah menimbulkan keresahan yang luar biasa karena menyinggung perasaan banyak kader organisasi mahasiswa Islam terbesar di Tanah Air tersebut. (cr1/boy/jpg)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template