Teror Demam Berdarah Belum Usai - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Teror Demam Berdarah Belum Usai

Teror Demam Berdarah Belum Usai

Written By Mang Raka on Rabu, 04 Mei 2016 | 13.30.00

-Warga Eka Mas dan Kaliasin Meninggal

KOTABARU, RAKA - Serangan nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Kotabaru kembali menelan korban. Kali ini menimpa warga Perumahan Eka Mas Permai, Desa Pangulah Utara, Kecamatan Kotabaru, Fatma Wulansari (33).
Kepala UPTD Puskesmas Kotabaru, dr Sari Ali Astuti, mengaku baru mendapat laporan ada warga Kotabaru yang meninggal dunia Senin malam dari bidan desa. Pihaknya langsung melakukan pengecekan ke lapangan, karena dikhawatirkan penderita DBD di lingkungan tersebut bertambah. "Laporan dari kader posyandu ke bidan desa baru tadi malam pak. Satu orang meninggal, bukan tiga. Saya sudah menugaskan staf untuk segera PE (penyelidikan epidemiologi) ke Perum Eka Mas," ujar Sari kepada Radar Karawang, Selasa (3/5).
Dia menyampaikan, ini merupakan kasus DBD kedua di tahun 2016 yang mengakibatkan penderita sampai meninggal dunia. Untuk kasus pertamanya, warga RT 01/03,
Dusun Kaliasin, Desa Pangulah Baru, Kecamatan Kotabaru. Adapun hasil penyelidikan epidemiologi, tidak ada warga yang demam di lingkungan sekitarnya, sehingga kecil kemungkinan untuk bertambahnya penderita DBD. Meski demikian, pihaknya akan segera melakukan fogging ke Perumahan Eka Mas, untuk membasmi berkembangnya nyamuk dewasa. "Sudah dijadwalkan, kami akan melakukan fogging pada hari Jumat, karena petugas dari Dinkesnya padat yah," ujarnya.
Disinggung mengenai kronologis sampai jatuhnya korban kedua di Kotabaru, dia menyampaikan, korban sebenarnya sudah dibawa ke salah satu rumah sakit swasta yang ada di Cikampek, pada tanggal 29 April lalu. Kondisinya memang ada penurunan tromobosit. Saat setelah dirawat ada kenaikan trombosit sampai 140.000. Karena untuk dirawat di rumah sakit itu biasanya yang tromobsitnya dibawah 100.000. Maka yang bersangkutan diperbolehkan pulang. Ternyata setelah pulang kemudian kambuh lagi dan dibawa lagi ke salah satu rumah sakit swasta yang ada di Purwakarta, tepatnya pada hari Minggu (1/5) lalu. Tapi kemudian pada hari Senin (2/5) penderita DBD tersebut meninggal dunia di rumah sakit. "Jadi memang sebenarnya sudah ditangani yah. Meninggalnya juga di rumah sakit. Untuk ukuran trombosit, normalnya kisaran 150.000 sampai 450.00," jelasnya.
Sebenarnya dia merasa geram, karena sosialisasi pemberantasan sarang nyamuk (PSN) hampir selalu disampaikan, baik di forum-forum formal maupun forum nonformal. Tetapi tingkat kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan masih rendah, sehingga merasa nyaman saja hidup di lingkungan yang tidak bersih.
Padahal akibat dari itu, kesehatan masyarakat terancam, terutama musim hujan seperti saat ini. Banyak genangan-genangan air yang bisa dijadikan sarang berkembangnya jentik-jentik nyamuk, sehingga sampai menjadi nyamuk dewasa dan menggigit masyarakat. "Mau gimana lagi. Kami sudah optimalkan sosialisasi PSN. Tapi kesadaran masyarakatnya memang masih rendah yah," ujarnya.
Menurutnya, fogging hanya untuk memberantas nyamuk dewasa, sedangkan jentik-jentik nyamuk yang ada di genangan-genangan air tidak bisa dibunuh, kecuali dengan melakukan PSN yaitu dengan langkah 3 M. Sementara masyarakat sangat sulit bisa peduli terhadap kondisi kesehatan lingkungan. "PSN yang bisa membasmi jentik nyamuk. Menutup, menguras dan mengubur. Itu harus dilakukan secara rutin seminggu sekali," ujarnya. (zie)

Korban Meninggal DBD
16 Februari 2016
Rizky (6)
Warga RT 01/03, Dusun Kaliasin, Desa Pangulah Baru, Kecamatan Kotabaru

2 Mei 2016
Fatma Wulansari (33)
Warga Perum Eka Mas, Desa Pangulah Utara, Kecamatan Kotabaru
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template