Tenaga Kontrak Kerja - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tenaga Kontrak Kerja

Tenaga Kontrak Kerja

Written By Mang Raka on Rabu, 04 Mei 2016 | 12.00.00

Mahrom Mengabdi Sejak 1978

RENGASDENGKLOK, RAKA - Lika liku kehidupan membuat hidup seseorang berubah. Semangat dalam mempertahankan hidup terus berkobar dipertahankan.
Mahrom, salah satu contoh nyata. Tinggal di RT 020 RW 004 Bojong Tugu 2 Rengasdengklok Selatan bersama istrinya Euis Marlina (58) sebagai ibu rumah tangga, dan anak pertamanya, Rina Yuliani (36) seorang buruh garmen di Cibarusah Bekasi, Gungun Nugraha (35) yang sekarang magang Satpol PP di Kantor Kecamatan Rengasdengklok, Yogi Sugilar (31) seorang Jur Pelihara Monumen Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok, dan Puri Purnamasari (20). "Anak 4, semuanya lulus SMA," kata Mahrom Kepada Radar Karawang, Selasa (3/5).
Awalnya, ia bekerja sebagai penyuluh pertanian di Rawamerta dengan gaji Rp 9 ribu per bulan di tahun 1978. Mahrom, merasa keadaan ekonominya tak mungkin bertahan karena terus didera kesulitan. Karenanya, tahun 1989, ia mencoba menjadi calo bus di terminal Rengasdengklok. Sang istri pun ikut membantu dengan membuka jasa jahit pakaian untuk tambahan penghasilan. Meski demikian, keadaan ekonomi mereka tidak kunjung membaik. Hingga, Mahrom berkonsultasi kepada Ruli, seorang konsultan spiritualnya. "Dengan harapan ada solusi yang diberikan Ruli, jadi saya konsultasi" ungkapnya.
Hasilnya, Mahrom pernah dianjurkan salat Jumat, dan harus menyempatkan berdo'a di depan pusara orangtuanya sampai tujuh kali. Belum ia tuntaskan, pada ziarah kubu yang keempat kalinya, ia tiba-tiba mendapat panggilan dari Camat Rengasdengklok kala itu Burhan. Kabar ini diberikan oleh Deden, salah satu teman Mahrom. Camat lantas memberikan Surat Perintah (SP) kepada Mahrom untuk mengurus rumah dinas camat. Honornya sempat naik menjadi Rp 20 ribu per bulan dan tambahan uang tiap hari dari camat.
Keadaan ekonomu keluarganya pun kian membaik. Dari awalnya hanya mengontrak rumah Rp 7 ribu per bulan sampai dapat membeli rumah dengan harga Rp 125 ribu pada tahun 1995. Tak lama setelah itu Burhan pun lengser dari camat dan digantikan Ade Komarudin. Ade, camat baru Dengklok kala itu memberikan inventaris motor pos. Sayangnya, belum lama diberikan kerusuhan tahun 1997 di Warung Doyong Rengasdengklok pun pecah dan mengharuskannya berdiam diri di rumah dinas sesuai perintah Ade.

Kini puluhan tahun berlalu, satu per satu harapan keluarganya sudah terpenuhi. Mulai dari membeli rumah hingga menyekolahkan anak sampai lulus SMA. Bagi Mahrom, itu sudah lebih dari cukup. Sekarang, tahun 2016, ia menambahkan, gaji Tenaga Kontrak Kerja (TKK) Rp 1.300.000 per bulan ditambah honor yang ia dapat dari Pol PP Rp 600 per bulan. Angka ini lebih dari cukup sembari melihat anak, istri, dan cucu kian tumbuh di usianya yang sudah mulai senja. "Jangan bilang tidak tahu, dan tidak mau. Karena tanpa ada usaha, maka tidak ada hasil untuk dinilai," tandasnya. (cr3)    
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template