Tanpa Sertifikat, Aset Desa Bisa Hilang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tanpa Sertifikat, Aset Desa Bisa Hilang

Tanpa Sertifikat, Aset Desa Bisa Hilang

Written By Mang Raka on Rabu, 11 Mei 2016 | 13.30.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Bagi desa yang mengabaikan surat-surat kepemilikan aset tanah atau sertifikat, siap-siap saja kehilangan aset penting tersebut. Sebab, surat berharga tersebut merupakan bukti kepemilikan yang sah dan berkekuatan hukum.
Peringatan ini, disampaikan Ketua Irban II Inspektorat Karawang Mukhlish Villy. Menurutnya, aset-aset penting milik desa bisa lenyap jika pemerintah desa saja malas membuat sertifikat kepemilikannya. Dia menyayangkan, masih saja ada kantor desa, tanah bengkok baik berupa sawah, tanah makam, lapangan sepakbola maupun perkebunan yang sering ditemukan belum disertifikatkan bertahun-tahun. "Ingat, semua aset desa akan hilang jika bertahun-tahun membuat sertifikat saja masih malas," ujarnya di sela-sela pemeriksaan reguler terakhir di Kecamatan Cilamaya Wetan, kemarin.
Lebih jauh ia menambahkan, pemerintahan desa yang lalai memproses sertifikat aset miliknya, dipastikan sewaktu-waktu akan menjadi persoalan, contohnya yang sering terjadi sengketa di dua desa hasil pemekaran. Peraturan Desa (Perdes) sebut Mukhlis, bisa saja dimiliki dua desa, tetapi jika kepemilikan aset tanpa sertifikat langsung dari BPN, sama saja bodong.
Karena, kepemilikan tanah dan aset desa itu, tidak cukup melalui peraturan desa saja, tetapi juga sertifikat tanahnya harus ada. "Perdes untuk mengatur aset desa itu penting karena urusannya nanti dengan pengelolaannya, tapi kalau tidak dilindungi buki sertifikat, ini akan muncul persoalan lain," ungkapnya.
Lebih jauh ditambahkan, dalam setiap pemeriksaan dirinya mengapresiasi jika desa memiliki Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) 100 persen sempurna, namun persoalannya, apakah itu bisa dipertahankan di tahun-tahun mendatang? Jangan sampai pemeriksaan setiap tahun digelar, tetapi persoalan klasik seperti aset yang belum disertifikatkan, persoalan pajak kendaraan operasional, atau administrasi lain selalu menjadi temuan kelemahan desa.
Padahal, seiring dengan UU Desa Nomor 6 tahun 2014, SDM pegawai desa seharusnya semakin mapan, karena Kepala Urusan (Kaur) adalah lulusan SMA dan diisi orang-orang muda. "Jangan lagi ada persoalan klasik ditemukan dalam setiap pemeriksaan, tahun depan harus semakin bagus," tutupnya.
Kades Rawagempol Wetan H Udin Abdul Gani di dampingi Kades Cilamaya Kuswaedi mengatakan, desanya sama-sama sempurna dari hasil LHP Inspektorat tahun 2015 dengan capaian 100 persen. Kuncinya adalah disiplin, tidak peduli meskipun demografi wilayah desanya luas dengan masyarakat yang juga banyak, tetapi administrasi harus selalu rapi dikerjakan, karena menyangkut pertanggungjawaban kepada pemerintah yang sudah memberikan pelayanan terbaik ke desa-desa. "Kuncinya ya disiplin dan selalu semangat bekerja," ungkapnya. (rud)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Masih lemes ae cabut tanah bengkok jadikan aset daerah bukan aset lurah aktif

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template