Simpan Pinjam UPK Kalah Pamor dengan Bank Rentenir - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Simpan Pinjam UPK Kalah Pamor dengan Bank Rentenir

Simpan Pinjam UPK Kalah Pamor dengan Bank Rentenir

Written By Mang Raka on Sabtu, 28 Mei 2016 | 12.30.00

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Masyarakat masih saja mengandalkan rentenir untuk meminjam modal. Pamornya mengalahkan sistem simpan pinjam yang kini dimiliki Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM.
Padahal simpan pinjam di PNPM sudah sangat transparan dan memberikan bunga rendah. Sayangnya, keunggulan ini tidak menarik minat masyarakat untuk meminjam kendati modal UPK mencapai miliaran rupiah.
Ketua Forum Badan Pengawas (BP) UPK Karawang Didin Chaerudin menuturkan saat ini meskipun PNPM sudah tidak ada dan hanya menyisakan lembahga UPK, tapi asetnya masih menjadi modal utama perkembangan UPK. Aset ini berasal dari hasil kucuran Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) ketika itu.
Bayangkan, dalam satu unit saja UPK memiliki asset lebih dari Rp 3 miliar. Ini terus Didin seharusnya menjadi incaran masyarakat untuk bisa dimanfaatkan. Sayangnya, UPK ini diakui Didin, kalah tersohor dari bank rentenir selama ini. "Aset per UPK itu sampai miliaran loh, tapi jarang dilirik masyarakat meminjam uang. Istilah saya lebih tersohor bank emok (rentenir)," kecewa dia.
Lebih jauh Didin menambahkan, paska PNPM dihapus, seolah-olah UPK semakin tenggelam. Disisi lain, bank emok malah tumbuh subur. Mereka sebut Didin, memberlakukan pola pinjaman kepada warga dengan cara-cara yang sebenarnya kejam, baik pematokan bunga, penagihan hingga jaminan yang sebenarnya bisa merugikan masyarakat jika ada tunggakan.
Anehnya demi usaha yang mendesak, acapkali warga lebih tertarik mendapat uang instan yang datang dalam perkumpulan di rumah-rumah itu. Sementara UPK, yang menggunakan pola-pola yang lebih mudah, tanpa jaminan yang aneh-aneh, transparan dan ringan ini jarang diketahui masyarakat.
Bahkan, setiap ada tunggakan sekalipun, UPK selalu menagih dengan cara kekeluargaan dan rembug kelompok. Ini terus Didin yang menjadi PR besar, yang seharusnya bisa diintensifkan agar UPK lebih banyak sosialisasi. "UPK harus banyak lagi sosialisasi. Utamanya pola yang lebih baik dari ini, kasian masyarakat kalau ada masalah dengan bank-bank emok tersebut. Kita punya aset, kita juga punya laba untuk dialokasikan dalam kegiatan-kegiatan sosial," ungkap dia.
Lebih jauh ia berharap, pemerintah bisa juga memberikan perhatian khusus kepada UPK agar dijadikan lembaga keuangan yang memberi solusi jitu bagi usaha simpan pinjam masyarakat. Sekurang-kurangnya, melarang koperasi abal-abal hingga bank emok beroperasi. "Cobalah semuanya berperan memberdayakan UPK dan mensosialisasikannya ke masyarakat," pintanya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template