Setuju Hukuman Kebiri - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Setuju Hukuman Kebiri

Setuju Hukuman Kebiri

Written By Mang Raka on Senin, 30 Mei 2016 | 18.36.00

- Korban Kejahatan Seksual Jangan Takut Melapor

PURWAKARTA,RAKA- Presiden Joko Widodo telah mengesahkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua Undang-Undang No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dalam aturan ini, disebutkan pelaku kejahatan seksual bisa dijatuhi hukuman kebiri.
Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, setuju dengan pemberian hukuman kebiri pada pelaku kejahatan seksual. Menurutnya, Presiden Jokowi sudah tepat mengesahkan hukuman kebiri bagi pelaku kejahatan seksual. Menurutnya hukuman yang telah ditandatangani dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua Undang-Undang No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak itu sudah dianggap tepat. "Pak Presiden sudah sangat tepat. Dan Pak Presiden telah membaca kegelisahan hati nurani rakyat dengan keputusan itu," jelas Dedi.
Menurutnya, pengesahan itu akan mengundang pro dan kontra dari berbagai kalangan. Namun dia meyakini dan mendukung apa yang telah disahkan oleh presiden. "Yang nanmanya pro dan kontra biasa saja. Tapi kalau enggak nekat, enggak tegas negara ini," ucapnya.
Dia mengatakan, kejahatan seksual lebih baik dihukum secara kebiri disbanding dengan hukuman mati. "Karena perbuatan seksual, jadi yang dihukumnya seksual juga. Ke depannya pelaku masih bisa hidup produktif, hanya saja secara seksual tidak. Itu lebih baik dari hukuman mati," katanya.
Dedi mengungkapkan, dengan adanya keputusan tersebut diharapkan tidak ada lagi ketakutan warga untuk melapor jika ada kejahatan seksual dengan alasan hukuman bagi pelaku menjadi ringan. Selain itu dengan hal tersebut pihak kepolisian pun tidak akan kesulitan untuk mengungkap sebuah kasus jika korban bisa bertindak kooperatif. "Kasus kejahatan seksual atua perkoasan itu beda dengan yang lain, tidak terlalu rumit. Dan sampai sekarang saya belum pernah dengar adanya kasus salah tangkap soal kasus seperti itu oleh polisi," tutup Dedi.
Purwakarta sendiri, bukan daerah yang sepi dari kasus kekerasan seksual terutama pada anak. Beberapa waktu lalu, IS, warga Kampung Kerajan Desa Sawah Kulon Kecamatan Pasawahan. Dengan alasan tidak puas dengan servis yang diberikan sang istri, IS justru tega menggarap anak tirinya sendiri Bunga (bukan nama sebenarnya) yang masih berumur 13 tahun.
Pemuda kelahiran Bandung 24 tahun lalu ini, memaksa Bunga untuk melayani nafsu bejat sang ayah lantaran mengaku tidak puas dengan pelayanan yang diberikan oleh ibu kandung Bunga. Dengan kondisi tak berdaya karena diancaman dan dipaksa, Bunga yang masih tercatat sebagai salah satu siswa di salah satu SLTP di Purwakarta ini harus rela meladeni nafsu bejat pemuda yang baru beberapa tahun menjadi ayah tirinya tersebut.
Bukan satu kali saja. IS ternyata telah melampiaskan nafsu bejatnya dan melakukan tindakan asuslia terhadap anak tirinya ini sebanyak empat kali dalam waktu yang berbeda. Perilaku bejat ayah tirinya baruu diketahui awal Maret 2016 lalu, lantaran Bunga mengaku kerap merasakan kesakitan pada bagian kemaluanya. Bunga yang diminta untuk merahasiakan perilaku bejat oleh ayah tirinya tersebut, akhirnya buka mulut dan mengadukan tindakan sang ayah tiri kepada ibu kandungnya. (awk/dc)

Beberapa kasus kekerasan seksual di Purwakarta

- 7 orang pelajar SMP menggilir siswi kelas VII salah satu SMP di Purwakarta. Kejadian pada 15 Maret 2016
- IS warga Kampung Kerajan Desa Sawah Kulon Kecamatan Pasawahan, menggauli anak tirinya yang masih berusia 13 tahun. Kejadian terungkap pada Maret 2016.
- Anak berusia 12 tahun dicabuli AR (47), warga sekaligus ketua RT di lingkungan Kelurahan Tegal Munjul Purwakarta, 6 Agustus 2015
- Ayah cabuli anak kandung yang masih berusia 12 tahun di Desa cibodas, Kecamatan Bungursari, Agustus 2015
- Ayah warga Kampung Cigirang, Desa Cikeris, Kecamatan Bojong, menggauli anaknya yang berusia 20 tahun, Oktober 2015

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template