Sebagian Nelayan Masih Membandel - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sebagian Nelayan Masih Membandel

Sebagian Nelayan Masih Membandel

Written By Mang Raka on Rabu, 04 Mei 2016 | 16.00.00

-Masih Sering Gunakan Alat Tangkap Terlarang

CILAMAYA KULON, RAKA - Meskipun memiliki potensi yang bagus dengan seabreg biota eko wisata di tengahnya, bukan berarti laut pesisir Karawang aman dari ilegal fishing. Buktinya, hampir setiap bulan, kekayaan laut Karawang dikuras nelayan luar dengan alat-alat tangkap terlarang. Bahkan, ikan-ikan yang berkembangbiak di laut Karawang juga menjadi buruan nelayan Subang, Indramayu, Cirebon hingga Jakarta. Tak ayal, kondisi itu turut membuat repot Kelompok Pengawas Masyarakat Pesisir (Pokmaswas) dalam penindakan di tengah laut.
Pokmaswas Mina Jaladri Pasirputih Suhaeri menuturkan biota laut yang tersisa kurang dari 10 hektar ada di laut Karawang. Karena, kadang-kadang, karang yang ada di tengah laut pesisir Karawang ini sering dicuri nelayan asli Karawang sendiri maupun nelayan luar kabupaten.
Pihaknya, sering beroperasi mengamankan laut pesisir Karawang, tengok saja apa yang dilakukan nelayan asal Indramayu dan Cirebon yang sering menggunakan alat tangkap jenis Arad. Bukan saja terlarang, jaring ini juga menyedot ikan-ikan berukuran kecil. Akibatnya, jika terus dibiarkan ikan-ikan kecil ini akan sulit berkembang dan punah. "Kadang pelanggar itu jaringnya ilegal, ikan-ikan kecil pun sudah diangkut saja hingga mati," ungkap dia.
Atas kejadian itu tambah Heri, pihaknya sering mengghalau kapal-kapal nelayan yang masih ngotot menggunakan alat tangkap terlarang. Selain meminta segera menarik jaringnya, juga ia memaksa mereka menghentikan operasi melautnya dengan peralatan itu. Sementara tindakan hukum dan sanksinya ia serahkan ke Pol Air. Karena yang jelas perusak biota dan kekayaan ikan laut ini harus mendapat peringatan keras.
Heri harapkan semua nelayan patuh terhadap Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan soal alat-alat tangkap yang diperbolehkan dan dilarang. "Semua nelayan harus patuh Permen soal alat tangkap yang terlarang. Dan tak boleh digunakan," tandas dia.
Sementara itu, Manajer Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pasirputih, Waryono mengungkapkan ada beberapa alat tangkap yang terlarang. Diantaranya ialah Arad, Dogol, Payang teri dan pukat harimau. Semuanya dapat merusak biota laut dan ikan-ikan yang tengah berkembang. Kendati sosialisasi alat-alat terlarang ini sudah disosialisasikan, namun diakui Waryono, masih saja ada nelayan nakal memaksakan jaring tersebut dipakai menangkap ikan. "Alat terlarang ini sudah tersosialisasikan, tapi masih saja ada nelayan yang menggunakannya," jelas dia. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template