Saksi Ahli Ungkap Fakta Pencemaran Kalimati - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Saksi Ahli Ungkap Fakta Pencemaran Kalimati

Saksi Ahli Ungkap Fakta Pencemaran Kalimati

Written By Mang Raka on Rabu, 18 Mei 2016 | 18.02.00

- Sidang Keempat Dilakukan di Lapangan

PURWAKARTA, RAKA - Pengadilan Negeri (PN) Purwakarta menggelar sidang lapangan di Rawa Kalimati Desa Cilangkap, Kecamatan Babakan Cikao, Selasa (17/5). Agenda sidang keempat ini sengaja dilakukan di Rawa Kalimati terhadap kasus dugaan pencemaran lingkungan yang diduga dilakukan oleh PT Indo Bharat Rayon (IBR).
Sidang lapangan ini dilaksanakan, setelah majelis hakim mendengarkan keterangan para saksi. Baik saksi pelapor, saksi dari masyarakat, saksi dari pihak perusahaan dan saksi dari pihak pengangkut limbah B3 dalam agenda persidangan sebelumnya. Sidang lapangan yang dipimpin oleh majelis hakim Barita Sinaga, JPU pada Kejari Purwakarta, pihak perusahaan dan sejumlah saksi diantaranya dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Hakim secara langsung melihat kondisi Kalimati yang alirannya bermuara ke Sungai Citarum. "Yang hitam-hitam itu apa, limbah?," kata Barita, seraya menunjuk dan bertanya pada saksi dari KLH.
Saksi ahli dari KLH, Neneng langsung mengajak majelis hakim blusukkan ke Kalimati melintasi perkampungan warga dan areal sawah yang tanahnya sebagian sudah berwarna hitam. "Yang berwarna hitam itu limbah batu baranya yang mulia," ujar Neneng, menjawab pertanyaan Barita.
Kemudian, Barita kembali menanyakan perihal dari mana limbah batu bara yang sudah bercampur dengan tanah itu bisa mendangkalkan Kalimati. Neneng sendiri mengaku mengambil sampel limbah itu untuk dijadikan bukti di persidangan. "Ini berasal dari bagian bawah tembok pembatas antara PT IBR dengan Kalimati. Kami ambil sampel disana. Di bawah tembok itu ada aliran air yang sekarang sudah tertutup. Dari pipa aliran air yang berasal dari PT IBR itu, limbah-limbah batu bara terbawa air," ujarnya.
Hakim kembali menjejali saksi ahli dengan sejumlah pertanyaan. "Bagaimana anda memastikan bahwa yang keluar itu limbah," ujarnya.
Neneng menjawab ia sudah memeriksa sampel itu di laboratorium. "Hasil laboratoriumnya sudah ada yang mulia, sudah disertakan dalam berkas," ungkapnya.
Sementara, Kepala Desa Cilangkap, Mulyadi saat dimintai tanggapannya terkait kasus tersebut menilai, proses hukum yang sedang berjalan berkaitan dengan kasus pencemaran Rawa Kalimati, yang diduga dilakukan oleh korporasi PT. IBR dianggap sangat kental dengan kepentingan politis pihak tertentu. "Saya melihat proses hukum yang dijalani oleh PT. IBR, sarat kepentingan politis dari pihak tertentu, hal tersebut kan sudah berjalan cukup lama. Saya menduga ada pihak-pihak tertentu yang bermain," singkat Mulyadi tanpa gamblang menyebutkan pihak-pihak yang dianggap memiliki kepentingan dalam kasus tersebut. (awk)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template