Saatnya Disnakertrans Disterilisasi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Saatnya Disnakertrans Disterilisasi

Saatnya Disnakertrans Disterilisasi

Written By Mang Raka on Jumat, 13 Mei 2016 | 13.00.00

*Kadisnakertrans Dikhianati Anak Buah

KARAWANG, RAKA - Temuan adanya praktek percaloan penerimaan calon tenaga kerja di Disnakertrans, sudah bisa jadi bukti kalau dinas itu harus disterilisasikan. Itu dapat dilakukan dengan menempatkan petugas satpol PP anti sogok di dinas tersebut.

Praktek percaloan tenaga kerja itu terungkap, saat Wakil Bupati Ahmad Zamakhsyari mengunjungi satu perusahaan yang tengah melakukan tes penerimaan karyawan di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Kamis (12/5) pagi. Praktek percaloan tersebut, selain melanggar Perda No 1 Tahun 2011 tentang ketenagakerjaan, namun yang lebih parah praktek tersebut percaloan itu justru dilakukan oleh staf Disnakertrans setempat.
"Kita capai-capai keliling setiap perusahaan industri untuk sosialisasi Perda Ketenaaga Kerjaan. Eh malah staf kita sendiri yang melanggar aturan. Kalau seperti ini pasti ada apa-apanya. Makanya saya minta laporkan segera berapa jumlah tenaga kerja yang sudah direkut oleh disnaker dan berapa banyak pekerja asal Karawang," kata Jimmy, panggilan akrab Akhmad Zamakhsyari.
Menurut Jimmy, proses rekutmen tenaga kerja melalui Disnakertrans harus dibenahi. Indikasi ada praktek percaloan dalam proses rekrutmen para pencari kerja semakin nyata. "Kalau mereka berani melanggar aturan pasti karena  ada imbalannya. Hal ini yang akan kita benahi agar kedepan tidak boleh terjadi lagi," katanya.
Dilanjutkan Wabup, tes penerimaan calon pegawai PT. GS Astra oleh Disnakertrans cukup membuktikan adanya permainan dalam proses rekrutmennya. Dari jumlah 100 peserta hanya 16 peserta yang asal Karawang selebihnya dari luar Karawang. "Kalau setingkat staf sudah berani melanggar aturan, bagaimana perusahaan mau mengikuti aturan kita. Sekali lagi ini pasti ada permainan. Saya akan laporkan ke bupati untuk menindak semua yang terlibat," tegasnya.
Sementara itu Kepala Disnakertrans, Ahmad Suroto mengaku telah dikhianati bawahannya dalam proses rekrutmen tenaga kerja. Alasannya laporan yang diterimanya selama ini sudah sesuai dengan aturan. Nyatanya saat wabup Jimmy datang semua akhirnya terbongkar. "Saya sudah dikhianati bawahan saya sendiri. Padahal seharusnya mereka tahu setiap hari saya mendampingi bupati dan wakil bupati untuk sosialisasi Perda ini. Masak ada kejadiaan seperti ini  memang sudah keterlaluan," kata Suroto.
Menurut Suroto dirinya akan membuat laporan resmi atas kejadian ini. Dia berharap pihak yang melanggar aturan mendapat  sanksi." Saya akan laporkan biar bupati yang akan memutuskan nanti. Tapi yang pasti saya sudah di kangkangi oleh bawahan saya dan itu harus ada sanksinya," katanya.
Seperti diketahui, Perda No 1 Tahun 2011 tentang ketenagakerjaan adalah mengatur komposisi jumlah tenaga kerja asal karawang dengan luar Karawang jika merekrut karyawan dalam sebuah perusahaan. Komposisi tersebut adalah 60 persen untuk calon pekerja sal karawang, sedangkan sisanya yang 40 persen untuk luar Karawang. (ops)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. dah kang nukitumah kebiri sajalah bikin rusak orang karawang

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template