Rayakan Kelulusan, Serang Sekolah Lain Siswi SMK Ditangkap - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Rayakan Kelulusan, Serang Sekolah Lain Siswi SMK Ditangkap

Rayakan Kelulusan, Serang Sekolah Lain Siswi SMK Ditangkap

Written By Mang Raka on Selasa, 10 Mei 2016 | 15.30.00

CIKAMPEK, RAKA - Prilaku para siswa ini jangan ditiru. Saat pelajar lain mulai berpikir mau melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi atau bekerja, mereka justru melakukan penyerangan terhadap sekolah lain.
Seperti yang terjadi di Jalan A Yani, Senin (9/5) kemarin. Usai menerima informasi kelulusan, serombongan siswa SMK Pakusarakan konvoi menggunakan sepeda motor. Namun, ketika melintasi SMK Pamor, tiba-tiba saja mereka melempari batu dan kayu ke arah sekolah tersebut. "Saya langsung lapor (guru dan kepala sekolah) ada penyerangan yang dilakukan siswa SMK Pakusarakan," ujar penjaga keamanan SMK Pamor, Pamor kepada Radar Karawang.
Akibat ulah para pelajar tersebut, warga sekitar dan polisi spontan melakukan pengejaran. Dan akhirnya sekitar 5 orang pelajar SMK Pakusarakan diamankan ke Mapolsek Cikampek, satu diantaranya adalah seorang siswi.


Wakasek Kesiswaan SMK Pamor Pasaribu mengaku kaget mendengar informasi dari orang keamanan bahwa sekolahnya diserang, terlebih oleh siswa dari SMK Pakusarakan. Karena sepengetahuannya selama ini tidak ada persoalan apapun. "Kita sebenarnya gak ada masalah dengan sekolah manapun. Kita waktu itu maju salat Zuhur, mereka tiba-tiba datang dan melempari batu, dan kayu, saya dapat laporan dari security," ujarnya.
Dia menyampaikan, penyerangan yang dilakukan oleh siswa SMK Pakusarakan sebenarnya bukan kali pertama. Karena pada bulan November 2015 lalu, siswa SMK Pakusarakan juga melakukan penyerangan. Waktu itu sekitar tiga orang menyerang dengan membawa samurai. "Kalau dulu cuma 3 orang, mereka bawa samurai. Sekarang lebih parah. Datang bergerombol dan melempari sekolah kami," ujarnya.
Meski demikian, dia mengaku berupaya menahan para siswa karena dikhawatirkan melakukan penyerangan balasan. Bahkan dia akan memberikan sanksi tegas jika ada siswa yang membuat onar, apalagi sampai melakukan penyerangan balik. Dia juga meminta agar ada penyelesaian secara tuntas, sehingga kejadian serupa tidak terjadi lagi. Bahkan dia meminta agar semua sekolah bisa mengawal peserta didiknya, karena tugas para guru adalah mendidik, bukan untuk melakukan penyerangan. "Harapannya tidak ada kejadian yang seperti ini lagi. Karena tugas kita mendidik anak, bukan tawuan. Silahkan siswa belajar dengan baik di sekolah masing-masing," ujarnya.
Ia melanjutkan, SMK Pamor juga sebenarnya mengumumkan kelulusan pada hari Senin (9/5) kemarin. Tetapi berbeda dengan sekolah lain, yang diundang untuk datang ke sekolah adalah orangtua peserta didik, sehingga tidak ada siswa kelas XII yang ada di sekolah. Hal ini dilakukan agar tidak terjadinya eforia yang berlebihan. "Kita pengumuman kelulusan hari ini juga (kemarin), tapi jam 11 sudah pulang. Yang menerima kelulusan juga orangtua siswa. Tapi untuk KBM kelas X dan XI berjalan normal," ujarnya.
Sementara Pembina Kesiswaan SMK Pakusarakan Hasan Sadeli mengaku, sudah memberikan arahan berkali-kali kepada para peserta didik, agar tidak melakukan tindakan yang tidak baik. Tetapi kalau pada kenyataannya peserta didik melakukan hal yang tidak diinginkan, itu diluar kendali. "Hari ini (kemarin) kami pengumuman kelulusan. Sebanyak 170 siswa kelas 3 hadir di acara pengumuman kelulusan. Dan mereka keluar sekitar pukul 10.00 WIB," jelasnya.
Disinggung ada kemungkinan peserta didiknya sudah merencanakan melakukan penyerangan, dia menyampaikan hal itu tidak mungkin terjadi. Karena di sekolah tidak ada peserta didik yang membawa senjata tajam, batu atau kayu. "Waktu di sekolah semuanya rapih. Gak ada yang bawa sajam. Tentu kami akan melakukan pembinaan kepada mereka semua sampai masuk ke dunia kerja, atau sampai masuk ke perguruan tinggi bagi yang melanjutkan," ujarnya.
Kapolsek Cikampek Kompol Yudi Kusyadi meyampaikan, para peserta didik yang tertangkap akan dilakukan pembinaan. Dan dilakukan mediasi antarpihak sekolah serta orangtua siswa. Mereka juga menandatangani surat perjanjian agar tidak kembali melakukan hal serupa. "Kami lakukan pembinaan. Pihak sekolah dan orangtua mereka kami panggil. Kemudian membuat surat perjanjian," pungkasnya. (zie)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template