Pura-pura Wudu, Padahal Mau Curi Motor - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pura-pura Wudu, Padahal Mau Curi Motor

Pura-pura Wudu, Padahal Mau Curi Motor

Written By Mang Raka on Sabtu, 28 Mei 2016 | 17.30.00

KARAWANG, RAKA - Sepak terjang kelompok MDR alias Diva bin Budi Rudianto (18) di dunia curanmor spesialis motor berakhir. Aksi kelimanya yang berhasil membawa kabur Honda Beat T 3726 HJ di Masjid Al Barkah, Dusun Krajan, Desa Telukjambe, Kecamatan Telukjambe Timur, Selasa (10/5) lalu, menjadi aksi pamungkas. Warga Kampung Anjun, Kelurahan Karawang Kulon, Kecamatan Karawang Barat, itu ditangkap polisi setelah keberadaannya dilaporkan warga.
Kabag Ops Polres Karawang Kompol Didik Purwanto didampingi Kasatreskrim AKP Hairullah saat jumpa pers di markas Polres Karawang, Jumat (27/5) kemarin mengatakan, tersangka ditangkap setelah pihaknya mendapat laporan dari masyarakat.  Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka mengakui telah mencuri motor yang diparkir di sejumlah tempat ibadah. "Sasaran utamanya adalah motor yang telah diparkir pemiliknya, saat menunaikan ibadah salat Isya," kata Didik.
Dalam aksinya, tersangka bersama MAK dan MMD (masih buron) masuk ke dalam masjid dan berpura-pura ikut ambil air wudu. Kedua rekannya bertugas mengawasi di luar masjid. "Ketika calon korbannya lengah, pelaku langsung membawa kabur motor yang sudah dijadikan sasaran dengan menggunakan kunci letter T," terang Didik
Penyidik, kata Didik, telah menyita dua unit motor termasuk satu set kunci letter T untuk dijadikan barang bukti. Tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. Selain itu, lanjut Didik, pihaknya juga mengamankan AM (45) warga Desa Kuluwaru Wetan, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulonprogo, Jawa Tengah. Tersangka ditangkap karena membeli lima unit motor hasil curian. Kelima motor tersebut masing-masing Honda Supra X 125, Yamaha Mio, Honda CBR150 dan Kawasaki Ninja RR dan Honda Scopy B 3546 RNV. Khusus tersangka AM, dijerat dengan pasal berlapis. Pasalnya, selain membeli motor curian, tersangka juga membuat STNK palsu bekerjasama dengan TJ warga Ciagem, Tirtajaya. "Tersangka AM dijerat dengan pasal 480 KUHPidana dan 263 ayat(2) KUHPidana. Ancaman hukumannya maksimal 4 dan 6 tahun penjara," kata Didik.(ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template