PKL Pinggir Jalan Masih Membandel - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » PKL Pinggir Jalan Masih Membandel

PKL Pinggir Jalan Masih Membandel

Written By Mang Raka on Senin, 09 Mei 2016 | 15.30.00

RENGASDENGKLOK, RAKA - Upaya pemerintah memperbaiki jalanan Dengklok rupanya belum menampakan hasil. Kondisi kumuh, genangan air serta sampah yang mengganggu pemandangan pasar belum sepenuhnya hilang.
Asep salah satu pengayuh becak mengakui perbaikan jalan sepanjang  100 meter depan pasar sejak 2 minggu terakhir belum terlihat. Apalagi jika jalanan itu digenangi air hujan, bekas perbaikan ini akan ikut tersapu genangan air. "Baru 2 minggu jalan mengalami perbaikan, tapi rusak kembali karena genangan air hujan," katanya kepada Radar Karawang, Minggu (8/5).
Sebab lain, 10 titik sumbatan saluran air yang diakibatkan sampah Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang jalur depan pasar belum juga teratasi. Hampir setiap pagi, sampah-sampah kecil menutupi saluran tersebut. Akibatnya, daya serap penyaluran air menjadi terhambat. Butuh berjam-jam lamanya hingga air kembali surut, apalagi curah hujan cukup tinggi, waktu yang dibutuhkan kian lama. "Jika hujannya deras, jalan menjadi tertutup genangan air sampai pembatas jalan," aku dia.
Tidak jarang, pengendara motor sering jatuh menghindari jalan berlubang. Anggota Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Rengasdengklok, Endang menuturkan ia sempat memungut iuran Rp 2 ribu kepada PKL yang berlapak dipinggir jalan untuk menanggulangi sampah kecil yang menjadi penyumbat saluran. Sayangnya, PKL kurang memiliki kerja sama yang baik terkait kesadaran produksi sampah. "PKL belum serius soal ketertiban pengkondisian produksi sampah," tuturnya.
Sempat, katanya, penertiban dilakukan pihak pengelola pasar karena lapak PKL sampai masuk ke ruas jalan. Setelah itu, PKL kembali masuk ke wilayah pasar. Diharapkan, para pemilik lapak ini sadar bahwa konsumen tau mau becek-becekan untuk membeli dagangan PKL pinggir jalan. Sebab area parkir yang jauh, genangan air, dan sampah sayuran yang berserakan membuat pedagang malas berkunjung. "Konsumen jadi malas membeli, akses jalannya saja seperti itu," pungkasnya. (cr3)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template