Petani Jambu Lemahabang Disekolahkan Lagi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Petani Jambu Lemahabang Disekolahkan Lagi

Petani Jambu Lemahabang Disekolahkan Lagi

Written By Mang Raka on Kamis, 19 Mei 2016 | 14.00.00

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Sedikitnya sebanyak 25 petani jambu kristal di Kelompok Tani Sri Jaya Desa Ciwaringin Kecamatan Lemahabang mengikuti program Sekolah Lapangan (SL) selama 14 kali pertemuan beberapa minggu terakhir. SL ini berkaitan dengan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) pasca panen dan mewujudkan Holkikultura ramah lingkungan itu. Penyelenggaranya ialah para ahli OPT, UPTD hingga pejabat Provinsi Jawa Barat.
Disela-sela pagelaran SL, Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Lemahabang, Dedi S mengungkapkan kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari bantuan benih jambu kristal yang ditanam di Desa Ciwaringin. Kegiatan SL ini si Jawa Barat, hanya dilaksanakan di 15 kabupaten/kota. Khusus di Karawang tambah Dedi, di pilih dua lokasi potensi holkikultura yang petaninya dilatih dalam Sekolah Lapangan (SL) selama 14 kali pertemuan. Kedua lokasi tersebut adalah di Telagasari khusus petani brokoli dan Lemahabang untuk petani jambu kristal. Para petani ini terus Dedi, dilatih bukan saja teori agar tanamannya subur dan menghasilkan produktivitas tinggi, tetapi juga langsung praktek lapangan dari pemateri. Baik itu praktek menyangkut pestisida nabati, agen hayati,  pupuk dan lainnya. Semua dilakukan secara manual dan mudah medianya mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Soalnya terus Dedi, petani ini rata-rata masih mengandalkan pestisida kimia dan tidak tahu cara efisien dan pengolahan secara manual. Untuk itulah, lewat 14 kali pertemuan diharapkannya bisa memberi wawasan petani mengenai dasar dan ilmu pengolahan selama SL. "Petani kita bina selama 14 kali pertemuan, lazimnya sekolah mereka dilatih teori sekaligus prakteknya langsung," tukas dia.
Dedi menambahkan, para pemateri sendiri melibatkan UPTD langsung serta Kabid Holkikultura baik provinsi maupun kabupaten. Bahkan sampai ahli Pengendali Organisme Tanaman (POPT) juga diterjunkan. Setelah dilatih tambah Dedi, para petani diharapkan bisa meracik sendiri ilmu yang sudah diterima untuk menopang tanaman yang menjadi potensi pencaharian. "Setelah dilatih, kita harap petani semakin mandiri meracik pestisida nabati dan pupuk lainnya untuk menopang tanaman yang menjadi potensi di wilayahnya masing-masing," kata dia.
Dalam jadwal SL Rabu siang, POPT asal Kecamatan Telagasari Endoh Dohara menerangkan pentingnya petani membuat dan mengetahui Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) yang merupakan sekelompok bakteri menguntungkan yang hidup disekitar perakaran. Peran PGPR sangat penting bagi tanaman, karena  berperan sebagai pamacu pertumbuhan tanaman dan pencegah penyakit perakaran. Bakteri PGPR terus Endoh, bisa dibuat dan dipraktekan langsung dengan bahan-bahan yang tersedia disekitar. Dalam kesempatan SL di Ciwaringin, petani juga dilatih membuat PGPR bagi tanaman. Dengan hanya mencampurkan penyedap rasa, dedak, gula, air dan kapur sirih, kemudian direbus dengan takaran yang sudah diatur, PGPR ini ampuh membuat tanaman semakin kuat. "Kita jadwalnya membuat PGPR hari ini, langsung kita praktekan bagaimana petani juga mampu sebenarnya membuat zat ZPT ini," imbuh dia. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template