Pengelola Koperasi Simpan Pinjam Wajib Sertifikasi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pengelola Koperasi Simpan Pinjam Wajib Sertifikasi

Pengelola Koperasi Simpan Pinjam Wajib Sertifikasi

Written By Mang Raka on Selasa, 17 Mei 2016 | 12.00.00

KARAWANG, RAKA - Pentingnya bersertifikasi bagi pengelola koperasi simpan pinjam atau usaha simpan pinjam koperasi, merupakan kewajiban bagi para pengelola KSP/USP koperasi sesuai Peraturan Menteri Koperasi dan UMKM RI (permen), Nomor 15 tahun 2015 tentang Usaha Simpan Pinjam oleh koperasi pasal 9 ayat 1 huruf i. Untuk itu Dinas Koperasi dan UMK menggelar diklat bersertifikat, di Hotel Citra Grand Karawang.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Karawang, Asep Junaedi, sesuai Permen diatas, untuk calon kepala cabang wajib memiliki sertifikat standar kompetensi sesuai dengan pasal 9 ayat 1 huruf i tadi. "Untuk kepala cabang harus memiliki sertifat yang resmi," kata Asep, Senin (16/5).
Dikatakannya, di Permen 15 pasal 32 juga dijelaskan koperasi simpan pinjam yang melakukan pelanggaran atas sebagian dan atau seluruh bagian dalam ketentuan ini dikenakan sanksi administrasi mulai dari teguran tertulis hingga pembubaran koperasi. "Saat ini dinas koperasi sudah memiliki landasan hukum untuk melakukan pengawasan koperasi agar menjadi koperasi yang taat asas,jika ada koperasi yang membandel bisa dibubarkan.Termasuk di permen 15,kewajiban koperasi bersertifikat untuk para pengelola koperasi jika tidak bisa disanksi," ungkap kadis.
Dikatakannya, untuk keberadaan koperasi saat ini terus didata, dari sekian banyak koperasi yang ada di Karawang berapa yang masih menjalankan koperasi. "Kita akan data koperasi mana saja yang masih jalan, jika ditemukan koperasi yang sudah tidak sesuai aturan setelah dibina tidak mengikuti, kita akan bekukan kebaradaan mereka," terangnya.
Kabid Bina Usaha Koperasi Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Karawang, Dedi Suganda menambahkan, kegiatan tersebut bermanfaat bagi keberadaan koperasi di Karawang. Selain sertifikat ini sifatnya wajib,jika mereka mengikuti kegiatan sertifikat sendiri biaya yang dikelurkan lumayan."Kegiatan ini sangat penting,selain gratis,dengan sertifikat ini pengelola koperasi sudah sesuai permen 15 tahun 2015.Dan jika mereka sertifikat sendiri diluar,harnya lumayan mahal bisa sampai Rp.5 jutaan," terangnya.
Tambah Dedi, untuk peserta yang mengikuti sertifikat,ada sekitar 20 koperasi yang ada di Karawang. "Untuk peserta ada sekitar 20 peserta dari koperasi yang ada di Karawang," ujarnya.
Sementara itu, Kabid Wasdal Dinas Koperasi dan UMKM Karawang, Herry Daryanto mengatakan untuk bagian wasdal akan melakukan pengawasan dan pengendalian keberadaan koperasi dilapangan.Termasuk mengegakan permen tahun 2015,yang dimana dari sekitar 16 permen,semua kegiatan koperasi sudah tercantum didalamnya. "Saat ini kita memiliki landasan hukum untuk mengawasi keberadaan koperasi di Karawang.Jika dalam perjalanan,ada koperasi yang tidak mengindahkan permen 2015 tersebut sangsi terberat harus siap dibubarkan," terang Herry.
Ia menambahkan, untuk Permen 15 dengan jelas pengelola diwajibkan bersertifikat, tidak lain ini guna mendukung keberadaan koperasi dijalankan secara profesional sehingga keberadaanya bisa bermanfaat banyak bagi masyarakat Karawang. "Secara bertahap akan kita lakukan pembinaan berdasarkan permen 2015, dan diharapkan kedepan koperasi yang ada di Karawang kondisinya dijalankan secara profesional," kata Herry. (dri)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template