Pemkab Belum Ploting Tanah Sengketa 2 Desa - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pemkab Belum Ploting Tanah Sengketa 2 Desa

Pemkab Belum Ploting Tanah Sengketa 2 Desa

Written By Mang Raka on Kamis, 19 Mei 2016 | 16.30.00

CILAMAYA KULON, RAKA - Sejumlah orang akhirnya bicara mengenai polemik paska turunnya Surat Keputusan (SK) Bupati Karawang terkait sengketa sawah bengkok Desa Sukajaya dan Sukakerta. Mantan Kades Sukajaya Cariwan Hanafi meminta semua pihak saling hormat menghormati.
Menurutnya, persoalan sawah bengkok kedua desa menjadi momok pemerintahan kedua desa sejak lama. Namun, paska ditetapkannya SK oleh Bupati Karawang saat ini, dirinya mengapresiasi upaya dan kinerja Kades Sukajaya saat ini yang berhasil mengembalikan hak desa selama ini. "Kalau sudah ada SK, Sukakerta harus menghormati karena sudah berkekuatan hukum dan saya secara pribadi juga mendukung langkah serta upaya keras Kades Sukajaya saat ini," puji Cariwan kepada RAKA.
Lebih lanjut ia menambahkan, selama ia memimpin sebenarnya hak-hak Desa Sukajaya kala itu sulit diupayakannya karena hanya ada dalam draft APBDes soal pemasukan/pendapatan desa. Disisi lain bukti-bukti kuat diakuinya belum dipegang lebih banyak.
Namun bukan berarti ketika ia memimpin Desa Sukajaya tak berbuat. Kebetulan saja, kata dia, kades saat ini lebih proaktif menjalin komunikasi dengan bupati sehingga SK dengan seabreg bukti itu mampu mematahkan kekuatan dan dasar yang selama ini dianggap sepele oleh Sukakerta.
Karena sebut Cariwan, persoalan hak bengkok yang selama ini ada paska pemekaran, akibat keserakahan Kades Sukakerta sebelum Buchori. Sehingga terus berbuntut panjang. "Persoalan ini akarnya adalah keserakahan dari Kades Sukakerta sebelumnya. Sebenarnya kalau gak demikian, sudah rapi dari dulu juga," tandas dia.
Namun Pemkab Karawang masih mengabaikan beberapa poin sebelum SK pembagian sawah bengkok itu diturunkan. Yakni soal luas dan pembagian tiap desa. Sebab ada sebagian sawah bengkok justru berubah menjadi pemukiman warga. Harusnya pemkab lebih dulu mencocokan pemetaaan di lapangan agar SK yang dikeluarkan nanti itu tidak memunculkan konflik baru akibat ketidakjelasan.
Ia yakin, selama pembagiannya tidak diplot pemkab, polemik ini akan terus berbuntut. Entah yang tidak menerima atau yang mempertahankan. Untuk itu, semua pihak diharapkan bijak dalam menyikapi persoalan ini. Namun ada baiknya, SK yang sudah berketetapan hukum dan ditandatangani bupati ini dipatuhi dan dihormati semua pihak. "Soal pembagian luas lahan dengan pemetaannya ini bisa memicu konflik baru, harusnya sebelum dicantumkan luasnya ini dipetakan lebih dulu," tandas dia. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template