Pemerintah tak Akui Varietas 'Muncul Cilamaya' - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pemerintah tak Akui Varietas 'Muncul Cilamaya'

Pemerintah tak Akui Varietas 'Muncul Cilamaya'

Written By Mang Raka on Sabtu, 14 Mei 2016 | 12.30.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Varietas 'Muncul' Cilamaya mendadak tersohor sejak era 1990 an. Hebatnya, hanya varietas yang diciptakan petani Cilamaya ini yang dapat lisensi pemerintah sebagai varietas Cisadane atau Galuh Harapan 33 (GH33).
Meskipun yang tersohor adalah nama Muncul Cilamaya ditelinga petani, hingga menjadi identitas Karawang dalam patung padi di Kertabumi,  namun sampai saat ini pemerintah tidak pernah mengakui keberadaan "Varietas Muncul Cilamaya".
Pelaku sejarah timbulnya varietas Muncul Cilamaya, D Suparta mengatakan di tahun 1980 dirinya ikut dalam bagian mekanisasi penelitian padi di Bogor. Kala itu sedang ramai-ramainya bahan padi baru yang kemudian dinamai Galuh Harapan 33 alias (GH 33) hasil ciptaan Ir Siregar.
Bahkan sampai disebut varietas Cisadane Bogor setelah hasil lisensi pemerintah. Namun, kecintaannya dalam penelitian dan padi bahan, membuat dirinya bertindak nakal saat itu, yaitu dengan mengambil dan membawa gabah jenis GH33 ini ke Karawang. Hasilnya saat dikembangkan terus Suparta, ternyata sangat bagus hasilnya ketika ditaman di wilayah Cilamaya. Petani pun keheranan kala itu karena setelah dikembangkan di tahun berikutnya, tanaman GH33 ini muncul batang tanaman lebih tinggi. Jika sering ditebas selalu timbul ke atas. Saat itulah para petani Cilamaya kemudian menyebutnya sebagai "Cilamaya Muncul". Padahal itu adalah GH33  yang kebetulan lahir di Cilamaya dengan postur yang berbeda. "Awalnya di GH33, kemudian yang dilisensi pemerintah itu kan Cisadane, padahal kita mengenalnya ya Muncul Cilamaya," kata dia.
Lebih jauh ia menambahkan, sampai nama dari mulut kemulut terkenal muncul Cilamaya,  pemerintah tetap menyebutnya Cisadane. Sehingga sampai saat ini varietas Muncul yang dijadikan identitas Karawang justru tidak diakui namanya oleh pemerintah. Bahkan untuk benih yang dijual di kios-kios juga dinamai Cisadane. Sementara nama 'Muncul' hanya dikenal dari petani ke petani. "Pemerintah sampai saat ini gak mengakui varietas 'Muncul Cilamaya' karena yang dilisensi hanya nama Cisadane, ya nama muncul itu mah tersohor antarpetani saja," kata dia. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template