Paman Cabul Divonis 12 Tahun Penjara - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Paman Cabul Divonis 12 Tahun Penjara

Paman Cabul Divonis 12 Tahun Penjara

Written By Mang Raka on Kamis, 12 Mei 2016 | 15.30.00

Masih ingat kasus pencabulan yang dilakukan oleh paman sendiri terhadap keponakannya selama enam tahun? Kini pelaku yang diketahui bernama Muhamad Safei divonis penjara 12 tahun, dan denda Rp 800 juta oleh hakim Pengadilan Negeri Karawang, Rabu (11/5) kemarin.
Hukuman yang terlalu ringan tersebut, menurut ibu korban, Pindriawati tidak sebanding dengan dampak yang diterima anaknya. Selain trauma, ABG yang kini tengah mengandung 5 bulan ini tidak bisa melanjutkan sekolah. "Perbuatan pelaku sudah sangat biadab, dan korban (DP) harus kehilangan masa depan," katanya kepada Radar Karawang.
Diceritakannya, anaknya mengalami pelecehan seksual sejak 2009 hingga 2015. Saat itu, kondisi rumah sering kosong karena harus ditinggalkan kerja dan jualan. "Saya sendiri sering jualan dan suami bekerja. Dari kesempatan itu DP mengalami pelecehan seksual hingga akhirnya ketahuan hamil saat akan masuk SMA, dengan kondisi perut membesar," ungkanya.
Setelah diperiksa dokter, ternyata anaknya hamil 5 bulan. Dari situ baru korban bercerita, kalau selama ini dicabuli pamannya di rumah. "Kita heran, sejauh ini DP tidak pernah pacaran dan bahkan bisa dibilang anak polos. Dia sendiri tidak tahu apa itu hamil," tuturnya.
Ketua Kopri PMII Suci Sopwatunisa, yang ikut mendampingi keluarga korban mengatakan, jaksa harus banding dan pengadilan harus memberikan hukuman seberat-beratnya. "Sudah saatnya keadilan berpihak pada kaum perempuan, terutama korban pelecehan di bawah umur. Dan kita akan terus menuntut keadilan yang seberat-beratnya bagi pelaku," ungkapnya.
Direktur Pusat Bantuan Dompet Dhuafa Jakarta, Evi mengatakan, kasus pelecehan seksual atau kekerasan pada anak sudah saatnya ditangani secara serius dan pelaku dihukum berat. "Kita tengah melakukan yudisial terkait hukuman pencabulan. Dan mudah-mudahan pemerintahan Jokowi juga bisa merespon dengan cepat gejolak yang saat ini ramai di masyarakat," terangnya. (dri)

Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. nah kasus yg seperti ieu yg harus potong titit. masa keponakan sendiri digagahinya

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template