Motor Ustad Dirampas di Jalan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Motor Ustad Dirampas di Jalan

Motor Ustad Dirampas di Jalan

Written By Mang Raka on Jumat, 20 Mei 2016 | 15.30.00

-Kredit Plus Cikampek Disatroni Massa

CIKAMPEK, RAKA - Penarikan motor oleh debt collector di tengah jalan harus menjadi perhatian serius pemerintah. Selain membahayakan, juga bisa dimanfaatkan begal.
Seperti yang dialami Yayan Suryana, seorang ustad asal Desa Jatiragas, Kecamatan Jatisari. Kejadian tidak mengenakan itu, terjadi saat dirinya akan mengisi pengajian di Purwakarta. Ketika melintasi Cikopo, tiba-tiba di pertengahan jalan dihentikan oleh dua orang yang tidak dikenal. Mereka langsung mengambil sepeda motor yang dikendarai Yayan. Karena merasa tidak ada sangkut paut dengan utang piutang, sang ustad sempat cekcok dengan debt collector.

Tidak selesai di tengah jalan, Yayan yang saat itu mengendarai motor kakanya, diminta untuk menyelesaikan permasalahan utang di kantor Kredit Plus Cikampek. Tidak ingin urusan terus berlarut, akhirnya Yayan mengikuti apa yang diminta kedua debt collector tersebut. "Tadinya saya kira polisi, ternyata bukan. Mereka meminta motor yang saya kendarai. Dengan alasan ada tunggakan kredit," ujar Yayan di kantor Kredit Plus kepada Radar Karawang, Kamis (19/5) kemarin.
Anehnya, setelah Yayan berada di kantor Kredit Plus Cikampek, debt collector itu keluar lalu pergi membawa sepeda motor sang ustad. "Saya disuruh nunggu di kantor. Dan debt collector itu keluar (membawa sepeda motor)," ujarnya.
Merasa lama dan tidak ada seorangpun yang menegurnya, Yayan berinisiatif menanyakan persoalan yang menimpanya pada karyawan di kantor tersebut. Bukannya memberi jawaban, para karyawan juga tidak tahu menahu persoalan pencabutan motor. Mendengar itu, dia sempat naik pitam. "Anehkan, di dalam kantor gak ada yang ngerti persoalan penarikan motor. Sementara saya harusnya sudah ada di tengah jamaah untuk kegiatan pengajian," tegasnya.
Kondisi tersebut sempat membuat tegang, karena selain Yayan, rekan-rekannya berdatangan ke kantor Kredit Plus Cikampek. "Itu sama saja kayak begal. Tidak dibenarkan melakukan perampasan di tengah jalan. Dalam perjanjian kreditnya juga tentunya tidak seperti itu," ucap rekan Yayan, Mika.
Sementara Toni, Kepala Cabang Elektronik, Kredit Plus, mengatakan orang yang datang ke kantor Kredit Plus itu salah alamat. "Salah sasaran. Ini kantor Kredit Plus elektronik. Jadi kami tidak tahu soal itu (penarikan motor di tengah jalan)," ujarnya singkat. (zie)


Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template