Merokok di Sekolah Guru Bisa Dimutasi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Merokok di Sekolah Guru Bisa Dimutasi

Merokok di Sekolah Guru Bisa Dimutasi

Written By Mang Raka on Selasa, 31 Mei 2016 | 15.30.00

TEGALWARU, RAKA - Guru adalah panutan muridnya. Jika guru berkelakuan buruk maka kelakuan murid akan lebih buruk lagi. Demikianpun bila guru merokok mungkin murid akan mengkonsumsi narkoba. Meski ini hanya mengibaratkan namun contoh buruk sebaiknya jangan diperlihatkan.

Terkait itu, terbitnya himbauan yang melarang guru merokok dilingkungan sekolah merupakan hal positif dan bisa diimplementasikan secara positif pula oleh lembaga-lembaga pendidikan di Karawang Selatan, agar peraturan itu dipatuhi. Sebenarnya guru merokok bukanlah hal baru, bahkan terkadang mereka pun sulit menghindar keinginan untuk merokok karena sudah candu yang dirasa. Akan tetapi ternyata berdampak besar bagi pelajar yang menyaksikan.
Bahkan untuk itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan menegaskan akan menindak tegas  dengan cara memutasi bila kedapatan guru merokok di sekolah.
Penyataan menteri inipun mendapat apresiasi kalangan orang tua murid. Seperti diungkapkan Wiwin (42), kemarin, putranya sekolah di MIN Pangkalan, dirinya berharap guru sebagai pendidik bisa menahan egois nya dengan tidak merokok dilingkungan sekolah. "Alangkah bagusnya jika guru hanya merokok di lingkungan rumahnya saja, agar tidak dilihat oleh siswa didiknya," harapnya.
Demikian juga Tita (37), orang tua murid di salah satu sekolah SLTP di wilayah kecamatan Tegalwaru pun menyambut serius perihal guru tidak merokok dilingkungan sekolah. Dirinya bahkan menekankan bahwa guru di wilayah Kecamatan Tegalwaru yang kedapatan merokok agar ditindak serius oleh kepala sekolah bersangkutan. Sebab apa yang diperlihatkan guru kepada muridnya langsung atau tidak akan memberi dampak psikologis terhadap muridnya. "Dari rokok bisa menjalar ke mana-mana. Siswa yang sudah candu rokok tak segan-segan menghalalkan segala cara agar bisa menemukan rokok karena candunya dan kini jika guru merokok seperti mempertontonkan apa yang diinginkan mereka. Saya harap konsisten untuk para guru dan kepala sekolah nya, untuk mematuhi larangan itu," ujarnya.
Sementara menanggapi perihal tersebut, pemerhati kebijakan, Alam Miftahudin.Spd menanggapi, itu kembali lagi kepada pendidik nya dan dirinya berharap ketegasan pemerintah jangan isapan jempol belaka. Jangan hanya gaung saja tapi tidak serius di lapangan. Melihat bahwa merokok itu memang sebuah penyakit yang sudah sangat sulit dihindar, bahkan berbagai golongan baik muda dan tua sudah terjangkiti dengan serius, maka implementasi yang seriusnya kembali lagi kepada pembuat kebijakan yakni pemerintah. "Jangan sampai hanya gaungnya saja akan tetapi tidak berdampak signifikan bagi implementasinya. Saat ini guru dan kepala sekolah merokok di wilayah Kecamatan Tegalwaru saja, hampir 80% nya, dan sulit untuk dicegah ketika memang bukan suatu peraturan yang mengikat. Sekarang kembali lagi ke pemerintahnya," tandasnya.
Selain itu, lanjut Alam, alangkah eloknya jika larangan itupun bukan hanya berlaku di dunia pendidikan saja akan tetapi sebagai public support agar bisa juga memberikan contoh bagi masyarakat agar tidak merokok di lingkungan pemerintahan," tegasnya. (yfn)

Berbagi Artikel :

1 komentar:

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template