Masalah Baru Pasar Cikampek 1 - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Masalah Baru Pasar Cikampek 1

Masalah Baru Pasar Cikampek 1

Written By Mang Raka on Selasa, 31 Mei 2016 | 12.00.00

Pedagang Kambali Dipungut Uang Listrik

CIKAMPEK, RAKA - Setelah pungutan terhadap para pedagang Pasar Cikampek 1 yang tidak memiliki KWH (kilo Watt hour) listrik dihentikan beberapa minggu lalu. Dua hari ini para pedagang kembali dipungut uang KWH. Kabarnya pungutan retribusi sebesar Rp 3 ribu per kios itu untuk cicilan pemasangan KWH baru.
"Iya benar, Bu Henny (Dirut ALS) sudah ketemu dengan pihak PLN, dan membahas kontrak yang dulu pernah disepakati. Dengan mengelola listrik non KWH agar kedepan semua pedagang punya KWH," ujar Manajer Marketing PT ALS Fahmi kepada Radar Karawang saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (30/5).
Retribusi atau iuran rutin tiap hari sebesar Rp 3 ribu yang dipungut oleh ALS, itu dipastikan untuk pemasangan KWH baru. Adapun teknisnya adalah akan dipasang sekitar 10 sampai 12 KWH baru dalam tiap bulannya. Sehingga dalam tempo waktu tertentu semua pedagang memiliki KWH. Pemungutan retribusi tersebut, tambah Fahmi, juga atas kesepakatan para pedagang yang belum memiliki KWH. Adapun uang yang dikumpulkan itu dipantau secara bersama-sama, antara pihak ALS dengan para pedagang.
Disinggung mengenai kios yang belum memiliki KWH. Dia menyampaikan, ada sekitar 500 lebih, termasuk kios yang kosong. Sedangkan kios yang belum memiliki KWH, dan sudah dioperasikan oleh para pedagang sekitar 420 kios. "Kemarin-kemarinkan diserahkan pada Celebes. Tapi mereka tidak ingin mengelola listrik non KWH. Akhirnya ALS kembali yang mengelolanya," ujarnya.
Sekretaris Ikatan Pedagang Pasar Tradisional Bersatu (IPPTU) Dzulfikri menyampaikan, sepanjang pedagang bisa berdagang tanpa ada gangguan listrik, lebih baik ada yang mengelola. "Tentu yang mengelola ini harus bisa dipertanggungjawabkan," ucapnya.
Dia justru mempertanyakan uang yang sudah ditarik oleh PT Celebes selama lima puluh hari. Pasalnya para pedagang juga mempertanyakan persoalan penarikan retribusi listrik, yang jumlahnya juga sebesar Rp 3 ribu per kios. "Karena penarikan awalnya untuk memasang KWH baru. Jadi harus jelas uang yang sudah ditarik itu pertanggungjawabannya," ujarnya.
Pengurus IPPTU lainnya, Tris, menilai kekisruhan yang terjadi di Pasar Cikampek, satu biang keladinya adalah Pemkab Karawang. Dengan membuka ruang adanya dobel pengelola, sehingga persoalan demi persoalan terus bermunculan dan terus berkembang. Akhirnya tidak ada kejelasan sampai hari ini. "Yang paling salah itu pemda. Menjadikan 2 kepengurusan di Pasar Cikampek 1. Bupati yang harus bertanggungjawab dengan kondisi pasar ini," tegasnya. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template