Lindungi Perempuan dari Kejahatan Seksual - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Lindungi Perempuan dari Kejahatan Seksual

Lindungi Perempuan dari Kejahatan Seksual

Written By Mang Raka on Senin, 09 Mei 2016 | 15.00.00

PURWAKARTA,RAKA - Aksi simpatik pengumpulan tanda tangan serta pernyataan sikap untuk menolak kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak, dilakukan sekelompok anak muda yang menamakan diri "Solidaritas Muda Purwkarta'' di Bundaran BTN, Minggu (8/5).
Aksi ini dipicu oleh keprihatian akan maraknya kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak terutama kasus Yuyun (YY), seorang siswa SMP yang diperkosa 14 orang pemuda sampai tewas. "YY dalam hal ini memang korban dari tindakan kekerasan seksual atau perkosaan. Tetapi dengan aksi ini selain sebagai bentuk belasungkawa juga ingin menyampaikan bahwa kekerasaan seksual merupakan kejahatan yang kejam, karena selain memberikan luka secara fisik, ada beban psikologis yang akan ditanggung oleh korban," kata Koordinator Aksi, Agus Sanusi.
Menurutnya, permasalahannya korban perkosaan seringkali tidak melaporkan secara hukum, karena takut dianggap aib. Fenomena ini pun menjadi ibarat gunung es, dimana pada realitanya mungkin lebih banyak perempuan serta anak yang mengalami hal serupa namun tidak berani mengungkapkannya. "Oleh karena itu, masyarakat diharapkan lebih sadar dan waspada terhadap kekerasan seksual ini. Memang, ini terkait juga dengan adanya ketimpangan relasi gender antara laki-laki dan perempuan, tetapi jika bicara pada wilayah itu saat ini, khususnya di Purwakarta masih terlalu jauh. Ini juga PR kita bersama," beber Agus.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Purwakarta, Windy Jatmiko Kusdianto, menuturkan, aksi ini bagian dari aksi-aksi lainnya yang dilakukan secara serentak di tiap kabupaten di seluruh Indonesia dengan tajuk yang sama yaitu #SolidaritasUntukYY. "Aksi ini sebenarnya salah satu bentuk kepedulian Partai Solidaritas Indonesia pada perempuan dan anak-anak. Kami mendapatkan instruksi dari ketua Umum, Grace Natalie, untuk melakukan aksi secara serentak. Masing-masing daerah diberikan kebebasan untuk membuat pernyataan dan sikapnya masing-masing," ungkapnya.
Nantinya, lanjut Miko, begitu dia biasa disapa, semua tanda tangan yang terkumpul dari berbagai daerah rencana akan dipasang di rumah duka, di Bengkulu, sebagai sikap bersama. Sekalipun demikian, kami tidak membawa nama dan atribut partai dalam aksi ini. Di Purwakarta kebetulan kami dibantu oleh beberapa teman dari Himabis Polibisnis Purwakarta.
Dari pantauan Radar Karawang, aksi yang berlangsung di depan BTN Purwakarta tersebut berlangsung tertib dan lancar. Sejumlah pejalan kaki yang kebetulan melintas termasuk anak-anak membubuhkan tanda tangan dan menyatakan sikap mereka. Zaenal Arifin, seorang mahasiswa asal Purwakarta mendukung adanya aksi-aksi seperti ini, kebetulan sangat jarang di Purwakarta. Mungkin terlalu nyaman dan terlena oleh pesta-pesta. "Saya lihat kasus YY di TV sungguh memprihatinkan. Saya tidak ingin hal serupa dialami perempuan dan anak-anak lain. Sudah selayaknya pemerintah memberikan rasa aman bagi perempuan dan anak-anak di negeri tercinta kita ini," tuturnya.
Hal yang sama dikemukakan, Slamet Koswara yang juga salah satu orang yang hadir dalam aksi tersebut. Menurutnya, para pelaku pemerkosaan terhadap YY harus dihukum mati. "Sebab sudah sangat merugikan dan meresahkan. Saya lihat pemerintah tidak serius dalam memberikan perlindungan bagi masyarakat sehingga peristiwa itu terulang kembali. Ini yang paling sadis,"pungkasnya. (cr2)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template