Lima Pemerkosa Harus Dihukum Mati - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Lima Pemerkosa Harus Dihukum Mati

Lima Pemerkosa Harus Dihukum Mati

Written By Mang Raka on Kamis, 12 Mei 2016 | 15.30.00

-Ibu Korban Murka

TIRTAMULYA, RAKA - Keluarga korban perkosaan Jn alias Eneng (17), asal Desa Tirtasari, Kecamatan Tirtamulya, meminta agar para pelaku yang jumlahnya 5 orang dihukum mati.
Ibunda Eneng (34) mengatakan, saat ini kondisi putrinya masih shock berat. Korban sering menangis tiba-tiba. Selain itu, korban juga jadi lebih tertutup dengan dunia luar. Padahal sebelumnya, anak kesayangannya itu tergolong orang yang supel dan ceria. "Anak saya masih trauma. Apalagi jika melihat banyak orang, dia pasti menghindar dan menutup diri," ujarnya kepada Radar Karawang, Rabu (11/5) kemarin.
Kejadian tersebut sangat memillukan pihak keluarga, bahkan ibu dari dua anak ini mengaku sangat marah terhadap para pelaku. Dia meminta agar pelaku dihukum mati. Sebab, ancaman hukuman 12 tahun dinilai masih sangat ringan. Perbuatan para pelaku, lanjutnya, membuat psikologi Eneng jadi terguncang. Selain itu, hukuman mati ini akan menjadi efek jera bagi siapapun. "Saya ingin mereka dihukum mati," tegasnya dengan mata yang berkaca-kaca.
Menurutnya, kejadian memilukan itu terjadi pada Minggu (26/4) lalu. Saat itu, putrinya bersama suaminya kondangan ke acara nikahan teman Eneng di Sadang Karangsinom. Pasangan muda ini berangkat dari rumah sekitar pukul 20.00 WIB. Kemudian sekitar pukul 22.30 WIB, Eneng meminta izin ke ibunya, melalui pesan singkat kalau dia akan pulang malam. Sebab, ingin melihat hiburan organ tunggal terlebih dulu. Tetapi sampai tengah malam pasangan ini tidak kunjung pulang. Karena penasaran, Ibunda Eneng terus menghubungi telepon genggam anaknya berkali-kali. Tetapi, tidak ada jawaban. Padahal, handphonenya dalam keadaan aktif. "Sekitar pukul 02.00 WIB, Eneng bersama suaminya baru tiba di rumah," ucapnya.
Setibanya di rumah, Eneng menangis dan memukuli suaminya. Ia merasa curiga, bahwa anaknya itu sedang ada persoalan pribadi dengan suaminya. Tetapi sebagai orangtua, tidak mau melihat anaknya seperti itu, maka dia marahi keduanya agar tidak berantem lagi. "Saya marahin Eneng, dan meminta untuk segera masuk ke kamar," ujarnya.
Besoknya, Eneng sering mengunci diri di kamar. Dia lebih memilih bermain dengan putranya yang berusia setahun. Siang harinya, Eneng meminta izin untuk pergi ke rumah temannya. Sampai sore, ternyata Eneng tidak kunjung pulang. Setelah dihubungi, Eneng malah membalas pesan singkat ibunda, dengan menceritakan kejadian pilu yang dialaminya. Melihat curahan hati anaknya melalui pesan singkat ini, sang ibu langsung terkejut dan membuatnya lemas. Dia meminta Eneng pulang dan menceritakan kejadian sebenarnya. "Setelah pulang, Eneng menceritakan sambil menangis. Kalau dia dan suaminya dicegat sekelompok pemuda asal Desa Karangsinom, Kecamatan Tirtamulya," ujarnya.
Para pemuda itu mencurigai Eneng dan suaminya merupakan pasangan kekasih. Kemudian, Eneng dan suaminya dipisahkan oleh kelompok pemuda tersebut. Suaminya yang baru berusia 18 tahun itu, kemudian diseret ke suatu tempat dan disekap dua pemuda. Kunci motornya diambil oleh pemuda itu, dan keduanya memukuli suami Eneng. Kemudian, Eneng dibawa oleh lima pemuda ke tempat yang sunyi, di pinggir irigasi yang penuh ilalang. Ditempat itulah Eneng dianiaya oleh kelima pemuda itu. Lalu, Eneng diperkosa secara bergiliran. Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Dony Satria Wicaksono, mengatakan, kelima pemerkosa itu kini sudah mendekam di balik jeruji. Sedang menunggu proses hukum. Kelimanya adalah Kusnadi, Dede Kurniawan, Hendra, Anda dan Tarma.  "Pelaku diganjar pasal berlapis, tentang pencurian dengan kekerasan dan pemerkosaan. Dengan ancaman 12 tahun penjara," ujarnya.(zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template