KK Palsu di Kotabaru - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » KK Palsu di Kotabaru

KK Palsu di Kotabaru

Written By Mang Raka on Rabu, 11 Mei 2016 | 16.00.00

-Calo Bermain dengan 'Orang Desa'

KOTABARU, RAKA - Ini menjadi pelajaran bagi masyarakat yang mempercayakan pengurusan dokumen kependudukan kepada calo. Di Desa Sarimulya, Kecamatan Kotabaru, seorang warganya, Tono Santana kesulitan membuat akta kelahiran anaknya, karena memiliki kartu keluarga (KK) palsu alias bodong.
Hal ini diketahui setelah Kasi Kependudukan Kecamatan Kotabaru, Muhamad Najib Soleh, memeriksa KK warganya yang ingin membuat akta kelahiran. Karena sebagaimana diketahui, salah satu syarat membuat akta kelahiran harus memiliki KK. "Pas kami cek ternyata KK palsu," ucap Najib kepada Radar Karawang, Selasa (10/5) kemarin.
Menurutnya ada banyak perbedaan KK palsu dengan dokumen yang asli. Seperti dari tanda tangan kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcatpil) Kabupaten Karawang dan kertasnya. Untuk dokumen asli terdapat logo garuda saat dilihat dengan cara diterawang. Kemudian untuk ukuran kertasnya juga tidak sama dengan ukuran kertas-kertas yang ada di pasaran. Belum lagi Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tertera dalam KK dari masing-masing nama yang tercantum. Sedangkan untuk dokumen palsu yang ditemukan, kertasnya agak kecil, kemudian tanda tangan kepala Disdukcatpil menggunakan tinta yang berbeda dengan tinta yang biasa digunakan. Untuk logo garuda yang bisa dilihat secara diterawang, dalam KK palsu itu tidak ada. "Kemungkinan ini KK hasil scan. Kami akan menelusuri siapa pelakunya. Karena pemalsuan dokumen negara ini bukan persoalan sepele," ujarnya.
Sementara Tono yang diketahui warga Kampung Sukaseuri RT 012/005, mengaku kaget saat mengetahui KK yang dibawanya adalah palsu. Karena selama ini KK itu yang menjadi acuan keluarga saat membutuhkan dokumen-dokumen kependudukan. "Kalau saya gak tahu KK itu palsu. Karena waktu membuatnya saya pakai jasa orang lain," ujarnya.
Sebelumnya Toto juga pernah kesulitan dengan KK palsu yang dipegangnya, pasalnya NIK istrinya tidak sama dengan NIK yang ada di KTP. Bahkan dia sempat mengurus langsung ke Disdukcatpil untuk menyesuaikan NIK istrinya. "Saya pernah ke Disduk untuk mengurus NIK istri saya. Dan selesai, waktu itu diurus langsung sama orang Disduk. Waktu itu juga saya gak tahu kalau KK saya itu palsu," ujarnya.
Disinggung melalui siapa dia membuat KK. Dia menyampaikan, karena sibuk bekerja, maka meminta tolong kepada rekannya yang mengaku dekat sama orang desa. Kurang lebih sudah 2 tahun lalu, sekitar tahun 2014. Memang saat proses pembuatan tidak lama, hanya beberapa hari saja. "Orang yang waktu itu membuatkan KK juga gak tahu sekarang ada dimana," ujarnya. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template