Kepala MTS Ghoyatul Jihad Mendadak Jadi Penyanyi Turki - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kepala MTS Ghoyatul Jihad Mendadak Jadi Penyanyi Turki

Kepala MTS Ghoyatul Jihad Mendadak Jadi Penyanyi Turki

Written By Mang Raka on Kamis, 26 Mei 2016 | 14.30.00

TELAGASARI, RAKA - Rabu pagi, 172 siswa kelas IX Madrasah Tsanawiyah (Mts) Ghoyatul Jihad resmi dilepas. Suasana haru dan kesedihan mewarnai kegiatan pelepasan siswa yang sukses meluluskan 100 persen siswanya tersebut. Namun, rasa haru itu berubah seketika saat Kepala MTs mendadak memberi kejutan bergaya humor diatas panggung utama. Ia menjelma sebagai penyanyi Turki dan berpakaian ala Rhoma Irama. Kostum jubah dengan kepala tertutup sorban dan jenggot kumis khas raja dangdut itu ampuh memancing tawa para siswanya.
Disinggung RAKA, Kepala MTs Ghoyatul Jihad Telagasari Drs H Oyok Abdurahman mengatakan dirinya sengaja menanggalkan status jabatan sebagai Kepsek yang seharusnya berwibawa. Di momen pelepasan saat ini, dirinya hanya berkeinginan memberi sedikit kejutan pada siswa, khususnya kelas IX jelang perpisahannya dengan madrasah.
Tidak banyak yang tahu bahwa dirinya memberanikan diri menyiapkan segala sesuatunya, mulai dari kostum, jenggot dan kumis palsu hingga aksesoris lainnya. Siswa terus Oyok tahunya bahwa saat perpisahannya bakal disuguhkan bintang tamu dari Turki sebagai wujud apresiasi. Namun itu merupakan skenario bahwa yang sebenarnya tamu tersebut adalah dirinya yang bersenandung nyanyian arab dan bergaya ala Rhoma Irama.
Baginya terus Oyok, cukup puas bisa menghibur siswa meskipun dengan hal-hal demikian, tapi juga memberikan pesan moral kepada siswa, bahwa antara dirinya sebagai kepala MTs dan para siswa tidak ada sekat ataupun jarak.
Jabatan terus Oyok bukan lah hal yang harus merubahnya berjarak dengan siswa. Sebab dalam kapasitasnya sebagai pengayom murid harus dibarengi dengan inovasi dan kreatifitas. "Saya ingin berikan pesan moral bahwa antara saya dan siswa tidak ada sekat dan jarak, mereka keluar dari sini juga atas restu dan doa darinya," kata dia.
Lebih jauh Oyok menambahkan, para siswa yang dilepasnya dari hasil  penyisiran, sekitar 90 persen berencana melanjutkan ke jenjang berikutnya. Sementara sisanya rata-rata memasuki pondok pesantren. Ia berpesan bahwa selama mengenyam pendidikan di MTs menjadi jaminan bahwa para lulusan madrasah bisa membentengi akhlak dan perilakunya. Lulusan MTs Ghoyatul Jihad yang berdiri sejak 1974 ini sudah banyak menelurkan tokoh sekaliber Wakil Bupati, DPRD, Birokrasi, usahawan hingga tenaga pendidik yang profesional. Karena, di setiap pelepasan, siswa madrasah ditekankan mengikuti keteladanan yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. "Tidak ada dalam catatan kami, siswa Madrasah ini masuk pergaulan bebas, narkoba hingga tawuran sekalipun. Karena kurikulum agama yang kami ajarkan sudah menjadi pembiasaan sehari-hari dan menjadi mental mereka selama mengenyam pendidikan di madrasah," tandas dia.
Lebih jauh Sekretaris MUI Kecamatan Telagasari ini menambahkan, melepas sudah barang tentu juga akan menerima siswa yang baru. Dulu sebutnya, MTs sering dilirik sebagai lembaga pendidikan alternatif pilihan setelah sekolah umum. Namun anggapan itu semakin terbantahkan. Sebab nyatanya madrasah justru menjadi pilihan utama  serta tergantung kemauan pihak madrasah menerapkan sistem pembelajaran.
Jelang dibukanya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), setidaknya harus ada 200 siswa atau 4 rombel. Namun ia yakin jumlah itu akan tercapai. Karena saat ini saja jumlah siswa MTs sebanyak 596. Angka ini akan terus bertambah, bahkan diakuinya sampai kekurangan 2 rombongan belajar yang diharapkan bisa direalisasikan di tahun-tahun depan. "Kami hanya berupaya meneruskan yang baik, madrasah itu sudah menjadi pilihan utama, karena prestasinya yang semakin besar," pungkas dia. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template