Kampung Karadak Krisis Air Bersih - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kampung Karadak Krisis Air Bersih

Kampung Karadak Krisis Air Bersih

Written By Mang Raka on Selasa, 31 Mei 2016 | 12.30.00

TELUKJAMBEBARAT, RAKA – Kampung Karadak, Desa Taman Mekar, Kecamatan Telukjambe Barat, berpotensi krisis air bersih. Saat ini saja warga di kampung itu sudah kesulitan untuk mendapatkan kebutuhan dasar itu. Kampung yang merupakan perbatasan dengan Desa Wanakerta, Kecamatan Telukjambe Timur sejak sebulan terakhir sudah berharap adanya pasokan air bersih ke wilayah mereka.

Data yang dihimpun RAKA, kemarin, menyebutkan sedikitnya ada 80 KK di Kampung Karadak yang masuk dalam lingkungan RT 05 dan hanya mengandalkan satu sumur bagi keperluan sehari-hari warga jaraknyapun sekitar 50 meter di ujung kampung. Padahal wilayah tersebut dekat dengan Sungai Cibeet namun warga enggan menggunakan air sungai karena khawatir mengandung limbah berbahaya.
Seperti diungkapkan Odah (36) Warga di lingkungan tersebut, lebih baik menggunakan sumur yang dibuat warga secara swadaya di ujung kampung karena air yang ada sangat jernih dan tidak menimbulkan bau. Warga semuanya menggunakan air tersebut, maka setiap pagi dipastikan warga antre menunggu giliran di sumur itu. “Warga berharap adanya bantuan berupa pipa agar warga bisa menggunakan air di rumahnya masing-masing. Selama ini kebanyakan warga hanya antre di sumur yang airnya pada saat musim kemarau kemarin masih dalam keadaan sama tidak mengalami kekeringan," paparnya.
Hal berbeda diutarakan Rohena (59) pemilik warung serba ada yang berada di kampung tersebut mengatakan, Warga sekitar pernah membuat sumur di lingkungan rumahnya, namun setelah sekian meter dalamnya air yang dimaksud tak kunjung ada. Makanya warga di kampung tersebut tidak ada yang mempunyai sumur karena pengalaman warga itu membuat warga yang lainnya enggan membuat sumur. “Bahkan sekali buat warga di sini pernah empat titik, kesemuanya bahkan tidak ada airnya sama sekali. Persoalan itu yang membuat warga enggan membuat sumur di rumahnya masing-masing. Dan yang saya herankan hanya sumur tersebut yang bisa dipergunakan oleh warga sekitar bahkan hampir semua warga menggunakan air tersebut," katanya.
Dikatakan Hati (44), warga Kampung Karadak, sebelum ada masalah pencemaran sungai Cibeet, banyak yang menggunakan air sungai tersebut. Namun karena setelah banyak di gunakan warga ternyata membawa dampak ke warga dengan terserang berbagai penyakit, seperti gatal-gatal, kurap dan bahkan ada yang alergi kemerah-merahan. Maka warga memberhentikan menggunakan air tersebut. “Kalau saja air sungai Cibeet itu bisa digunakan kemungkinan kami tidak terlalu kesulitan mendapatkan air bersih. Saya berharap ada pihak yang mau bantu minimal dengan memberikan pipa sebagai penyalur sambungan air hingga sampai ke rumah warga," tandasnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template