Jalan Kalibuaya Butuh Perbaikan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Jalan Kalibuaya Butuh Perbaikan

Jalan Kalibuaya Butuh Perbaikan

Written By Mang Raka on Rabu, 04 Mei 2016 | 13.30.00

TELAGASARI, RAKA- Musim hujan menjadi momok menjengkelkan bagi para pengendara sepeda motor. Bukan karena mereka kehujanan, namun jalanan rusak yang selama ini dibiarkan menjadi tempat genangan air. Kondisi ini pun membuat pengendara yang hendak melintas menjadi kesulitan. Tengok saja jalan di Desa Talagamulya Kalibuaya dan Kalijaya Kecamatan Telagasari. Desa yang tak jauh dari pusat kota Karawang ini luput dari perhatian pemerintah.
Pengendara sepeda motor, Pendi (36) mengatakan, jalanan sepanjang Rawasikut-Kalisari ini masih dibiarkan rusak. Padahal jalan ini menjadi akses satu-satunya masyarakat Tempuran, Kalisari maupun Kalijaya. 3 tahun terakhir, kerusakan ini belum diperbaiki sehingga sekilah mirip dengan empang. "Kelihatan rusaknya itu pas musim hujan kaya begini, semua bahu jalan habis sama air," kata dia.
Mallsen Sugesti warga Dayeuhluhur yang tiap hari melintasi jalanan ini mendukung upaya pemerintah jika nanti akan melakukan perbaikan. Karena kondisi jalanan yang rusak sangat mengganggu pengguna jalan. " Iya nik kalau hujan suka repot kalau lewat sini mah," kata dia mengeluh.
Apalagi jalur tersebut menjadi sangat vital bagi masyarakat karena akses utama yang kerap dilalui warga menuju wilayah utara. "Bisa sih lewat tanggul, cuma lebih cepat lewat sini," kata dia menyudahi.
Sebelumnya beberapa waktu lalu Kades Kalibuaya H Nana Mulyana mengatakan jalanan Kalibuaya-Kalijaya memang tambah rusak. Akan tetapi, dia menjelaskan, pihaknya sudah memasukan jalanan itu ke RPJMDes agar secepatnya diperbaiki. Hanya saja pelaksanaannya memang harus bertahap. Kalau tidak salah, terka Nana,  sudah  ada 4 kali pengecoran selama 4 taun. Jadi setahun hanya sekali garap. "Sudah masuk RPJMDes mah pak, pelaksanaannya baru 4 kali digarap selama 4 tahun," tandas dia.
Nana menambahkan, memang benar, kondisi jalanan seperti kubangan. Apalagi di samping kanan dan kiri, turapnya sudah pada jebol. Sehingga tak sanggup menampung debit air yang tinggi dan menjadi genangan. "Turapnya jebol, makanya jadi kubangan," keluh dia. (fah/rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template