Ini Korban ke 15, Tewas Ditempat - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ini Korban ke 15, Tewas Ditempat

Ini Korban ke 15, Tewas Ditempat

Written By Mang Raka on Jumat, 27 Mei 2016 | 15.30.00

*Pemda Bisa Mengusulkan Perbaikan Jalan ke Pemerintah Pusat

KARAWANG, RAKA - Sudah saatnya Undang-undang Lalulintas No.22 Tahun 2009 tentang lalulintas dan angkutan jalan disosialisasikan kepada masyarakat. Hal itu perlu dilakukan agar masyarakat mengetahui bahwa korban kecelakaan lalulintas akibat jalan rusak bisa melakukan gugatan terhadap pemerintah, baik pusat maupun daerah sebagai penyelenggara jalan.

Setiap pengguna jalan, baik jalan raya negara, jalan propinsi, jalan kabupaten maupun jalan kota merupakan tanggung jawab sepenuhnya pemerintah. Dalam hal ini Menteri Pekerjaan Umum (PU), gubernur, walikota dan bupati, sebagai tergugat jika akibat kerusakan jalan raya menimbulkan jatuhnya korban. Dan kecelakaan tersebut betul-betul murni akibat jalan rusak. Maka pengguna jalan dapat mengajukan gugatan sesuai hukum administrasi, setelah melaporkannya ke polisi.
Karenanya, penyelenggara jalan seperti Dishubkominfo harus wajib memasang rambu-rambu dan Dinas Binamarga kalau belum diperbaiki harusnya ada mengusulkan tentang jalan tersebut. Saat ini hampir merata jalan di Karawang keseluruhan jelek bahkan berbahaya untuk dilintas. Seperti Jalan Baru, Dawuan, depan Srikandi Cikampek dan sepanjang Jalan Lamaran Wadas, serta Jalan Purwasari. Bahkan untuk nama jalan terakhir ini genap sudah jumlahnya jadi 15 dan satu-satunya korban tewas.
Korban tewas ini bernama Sri Sumantri (33) dan tewas seketika setelah kepalanya membentur aspal usai menghindari jalan berlubang di Raya Purwasari tepatnya di depan kantor Desa Purwasari, Kecamatan Purwasari, Karawang, Rabu (25/5) malam lalu. warga Dusun Kertamulya, Desa Balongandu, Kecamatan Jatisari, seorang pengendara sepeda motor tewas, setelah menghindari jalan yang berlubang di Jalan Raya Purwasari depan Kantor Desa Purwasari, Rabu (25/5) sekitar pukul 19.00 wib.
Kanit Lakalantas, Iptu Sabar Santoso, mengatakan, warga Dusun Kertamulya Desa Balonggandu, Kecamatan Jatisari itu  tewas dengan luka parah di kepala. Korban yang meluncur dari arah Cikampek menuju Klari diduga tidak menguasai sepeda motor Honda Beat T 5020 KR yang dikendarainya hingga terjatuh dan kepala langsung membentur aspal. “Korban ini terjatuh menghindar jalan yang rusak di Jalan Raya Purwasari depan Kantor Desa Purwasari, sekitar pukul 19.00 wib. Kemudian jenazahnya di bawa ke Rumah Sakit Karya Husada, Cikampek,” kata Sabar di kantornya, Kamis (26/5).
Pasca kejadian tersebut, pihaknya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) termasuk meminta keterangan dari  sejumlah saksi   yang melihat kecelakaan tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, penyebab kecelakaan tersebut murni karena kondisi jalan yang rusak. “Agar peristiwa serupa tidak terulang kembali, saya mengimbau warga dan pengguna jalan lainnya agar lebih berhati-hati saat berkendara terutama saat menghindari jalan berlubang atau jalan rusak," tegasnya. (ops)
Berbagi Artikel :

2 komentar:

  1. Pejabatnya Sararibuk mengamankan jabatan, jadi hal hal seperti ini kurang diperhatikan. Tunggu sampe ada pejabat yg kecelakaan dulu baru heboh, tapi da pengjabat mah tara marake motor ketang, jadi yah berhati hati sajalah dalam berkendaraan sambil nunggu mereka beunta.

    BalasHapus
  2. Sekira nya Para Mandor dan Cukong jalan di Pantau dalam Pekerjaan nya,Niscaya Prosedur Peng Aspalan di Indonesia sesuai Standar Baku Ketebalan yg sudah ada. Kurang lebih 10 cm.

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template