Ingin Jadi Dokter Kandungan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ingin Jadi Dokter Kandungan

Ingin Jadi Dokter Kandungan

Written By Mang Raka on Jumat, 27 Mei 2016 | 14.30.00

- Supaya Bisa Membantu Orang Lain

KARAWANG, RAKA – Setiap anak, pastinya memiliki cita-cita, seperti Aura (5), anak yang sekolah di Yayasan Pendidikan Sharaana Karawang. Dia ingin menjadi dokter kandungan jika sudah besar nanti.
Menurut Aura, ketika sudah besar nanti ia lebih memilih untuk menjadi seorang dokter kandungan. Karena alasan bagi perempuan manis ini adalah hanya untuk bisa menolong ibu-ibu yang melahirkan. “Kalau sudah besar aku pengen jadi dokter kandungan kak, biar bisa nolong orang lahiran,” katanya sambil tersenyum.
Hal serupa juga disampikan Fadli, salah satu siswa yang dikenal paling cerewet ini juga memiliki cita-cita serta keinginan yang mulia. Siapa sangka kertika sudah besar nanti ia lebih memilih ingin menjadi polisi, agar bisa menangkap orangt-orang yang berbuat jahat. “ Aku dong pengen jadi polisi biar bisa basmi penjahat di dunia,” ucapnya keras diikuti colotehan teman-temannya.
Menanamkan keimanan dan ketauhidan dalam pembelajaran pengajian terhadap siswa, itulah visi misi Yayasan Pendidikan Sharrana Karawang. Yayasan yang beralamat di Jalan Perum Bumi Karawang Permai, Blok B No 5, Desa Warungbambu, Kecamatan Karawang Timur ini, mengelola lembaga pendidikan Diniyah Takmiliyah Awwaliyah (DTA), Taman Penitipan Anak (TPA) Play Group, Raudatul Athfal (RA) Sa’Diyyah.
Kepala Yayasan Sa’Diyyah, Lia Hakim S.Ag menyampaikan, pembelajaran terhadap siswa/siswi lebih ditekankan kepada pelajaran tentang keagamaan Islam. Sebab, bagi Lia, dengan melihat kondisi saat ini, tak jarang anak-anak yang kurang paham akan membaca Al Qur’an. Maka dari itu untuk menghindari petaka tersebut, ia lebih menekankan kepada siswa agar bisa membaca dan mencintai kitab suci Al Quran. “Untuk pemahaman dan pembelajaran tentang keilmuan umum, kita hanya terapkan 20 % dan 80 % lebih kepada tentang keagamaan dan ketauhidan agama Islam,” ucapnya.
Selain itu, menurut Lia, pengajian dan pembelajaran yang dilakukan dari siang hingga sore hari itu merupakan suatu program unggulan dari sekolah. Karena perlu adanya penanaman tentang keagamaan yang ditumbuh sejak dini. Agar ketika kelak besar nanti, mereka tidak akan pernah terpengaruh dan mudah masuk ke pergaulan yang salah. “Jika dari usia dini saja, mereka sudah dibekali dengan keilmuan tentang keagaman ketika kelak nanti mereka akan sadar dan tahu mana yang baik dan yang buruk,” tuturnya.
Tak hanya itu, kata dia, sekolah yang sudah berdiri sejak tahun 2001 ini juga sudah menghasilkan didikan siswa/siswi yang berprestasi dan bahkan bisa menjadi contoh teladan bagi masyarakat. Dengan mengikuti kegiatan belajar dan pengajian serta dorongan dari orangtua. Maka tidak akan ada lagi hal yang perlu ditakutkan. “Alhamdulilah, sejak belum punya bangunan sampai sudah punya bangunan sendiri, siswa kita selalu banyak ada sekitar 60 siswa,” ungkapnya.
Bahkan keseriusan Lia, untuk mengembalikan budaya mengaji di malam hari rencananya akan mulai dikerjakan dalam waktu dekat ini. Karena tidak menutup kemungkinan budaya pengajian yang kerap dilakukan usai salat Magrib sudah mulai berkurang. “Rencananya kita juga akan buka pengajian untuk malam hari setelah salat Magrib untuk kelas SMP, soalnya budaya seperti itu sudah tidak lagi ada, kalau dulu emang ada,” katanya. (yna)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template