Hidup Mati Becak di Rengasdengklok - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Hidup Mati Becak di Rengasdengklok

Hidup Mati Becak di Rengasdengklok

Written By Mang Raka on Senin, 16 Mei 2016 | 11.00.00

RENGASDENGKLOK, RAKA - Waktu ke waktu alat transportasi mengalami modernisasi. Ragam alat transportasi yang ditawarkan sebagai jasa angkutan umum. Mulai dari yang tradisional hingga bermesin sekalipun.
Sayangnya, modernisasi justru dimaknasi petaka bagi tukang becak tradisional. Mereka yang dulu berjaya kini kian sepi ditinggalkan pelanggan. Junaedi (53) salah satunya. Ia mengemukakan ojek motor menjadi pesaing utama becak saat ini. "Sebelum banyak yang mempunyai motor, becak menjadi angkutan favorit bagi masyarakat," katanya kepada Radar Karawang, Minggu (15/5).
Kendaraan roda dua ini jelas saja jadi pesaing karena dulu motor tak sebanyak sekarang. Kendati demikian banyak juga pelanggannya yang masih setia menggunakan becak kemana-mana. "Tetap ada saja yang naik mah. Cuma gak sebanyak dulu," tandas dia.
Sehari, kata dia, penghasilan dari mengayuh becak bisa mencapai Rp 40 ribu per hari. Becak yang kerap mangkal di Jalan Rengasjaya I dari pukul 07.00 WIB sampai 19.00 WIB ini mengungkapkan pelanggannya mulai dari pegawai pabrik, hingga konsumen pasar Rengasdengklok. Bila curah hujan cukup tinggi, dan hasil yang didapat dirasa kurang, ia sering mangkal hingga pukul 00.00 WIB. "Kalo sudah musim hujan, sering sampe jam 12 malem," ungkapnya.
Rutenya juga beragam, mulai dari Perumahan Permata Dengklok Permai, Pasar Rengasdengklok, Bojongkarya, sampai Bojongtugu. Ia berkelakar, dengan mengayuh becak otot kakinya jadi kuat. Ditambah jalanan rusak juga jadi tantangan sendiri banginya. "D jalan rusak, 2 kali lipat tenaga yang harus dikerahkan," pungkasnya. (cr3)  
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template