Gabah Petani Lebak Menghitam - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Gabah Petani Lebak Menghitam

Gabah Petani Lebak Menghitam

Written By Mang Raka on Selasa, 17 Mei 2016 | 13.30.00

TEGALWARU, RAKA - Akibat cuaca mendung dan hujan dalam beberapa hari terakhir di wilayah Kecamatan Tegalwaru, petani mengeluh tidak bisa menjemur padi hingga akhirnya padi pun menghitam bahkan ada pula yang tumbuh akibat lembab. Biasanya padi yang sudah di panen langsung dijemur agar padi saat digiling tidak patah-patah dan ketika dimasak tidak seperti dedak.
Seperti diungkapkan Nurdin (50), Senin (16/5) petani lahan perbukitan menyayangkan padi yang telah dipanennya berubah kehitaman karena kelamaan tidak dijemur. "Ini malah bakal tidak bisa digiling. Padinya sudah hitam dan bau. Hingga saat ini sudah dua minggu padi saya belum mampu untuk dijemur karena kualitas cuaca yang mendung dan hujan malah berakibat ke padi saya yang sudah di panen," ucapnya.
Sedang H. Durrahim (60) petani asal Kampung Lebak, Desa Cintawargi membenarkan perihal padi yang sudah empat minggu tidak bisa dijemur karena cuaca yang tidak mendukung hingga beberapa kwintal padinya pun mulai tercium bau tidak enak karena besek (lembab). "Jika memungkinkan kami akan coba dipanaskan melalui pemanas yang di buat oleh kompor gas untuk pencegahan agar bisa digiling dan menjadi beras. Kadang sampai saat ini juga ada pula warga yang siasati dijemur jika hujan datang di masukan ke karung, yang penting bisa ke jemur kadang mereka bisa menjemur hingga berhari-hari yang penting bisa di giling jadi beras," akunya.
Sementara Heryan (40), warga Jungkur, Desa Kutalanggeng mengaku, untuk saat ini agar cepat kering sengaja di jemur di areal lapangan badminton yang sudah di semen agar cepat kering namun jika hujan langsung dimasukan di karung agar padi tidak berbau. "Bagaimana saja yang penting bisa di giling dan kami secepatnya memakai beras itu untuk makan sehari-hari. Makanya saya jemur di lapangan badminton milik warga secara bergantian, masa padi punya tapi beras tidak punya, ini kan cuma masalah siasat dan mensiasati alam saja," ucapnya. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template