Fungsikan Lagi Program Interasih - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Fungsikan Lagi Program Interasih

Fungsikan Lagi Program Interasih

Written By Mang Raka on Senin, 02 Mei 2016 | 15.30.00

KLARI, RAKA - Sampah tetap menjadi persoalan yang butuh penanganan secepatnya. Jika tidak cepat-cepat ditangani dikhawatirkan keadaan akan semakin parah. Lantaran itu pula dinas yang berwenang untuk ini didesak secepatnya membuat program tong sampah. Diharapkan dengan tong-tong sampah itu nantinya bisa meminimalisir pengkonsentrasian sampah pada satu titik, tetapi menyebar di banyak titik, sehingga tidak terjadi penumpukan sampah.

"Membuat tong sampah merupakan solusi yang mesti ditempuh. Ini harusnya dilakukan Dinas Cipta Karya menempatkan tong sampah di sekitar jalan raya Klari menuju Cikampek. Sehingga tidak ada sampah yang berserakan di jalan," ucap pemerhati sosial, Siti Mursyidah, baru-baru ini.
Mursyidah menyinggung soal interasih dan menurut dia, pengadaan tong sampah merupakan upaya menyelenggarakan kembali program interasih sekaligus menumbuhkan kesadaran kesehatan lingkungan masyarakat. "Semua harus bergerak untuk menumbuhkan masyarakat yang sehat dan mandiri, dalam menjaga lingkungan sekitar," katanya.
Dijelaskan, interasih sebetulnya sudah sejak lama dicanangkan pemerintah kabupaten sebagai program unggulan. Sayang, program ini tidak berjalan bahkan terkesan mandeg. Padahal melalui program tersebut optimis terwujudnya lingkungan sehat yang didengung-dengungkan hampir semua desa di kabupaten ini. Seperti diungkapkan Rajim, warga setempat, Pemerintah Kabupaten Karawang seharusnya menggalakan kembali program Karawang Indah, Tertib, Aman dan Bersih. Terlebih jika menyikapi kondisi lingkungan seperti saat ini. Banyak sampah bertebaran di pinggir jalan sehingga menyebabkan kurang indah, serta menimbulkan berbagai macam penyakit. "Program Interasih harus didukung dengan penegakan Perda K3, sehingga masyarakat takut kena sanksi," ujar Rajim.
Rajim menambahkan, program Karawang Interasih yang diserukan Pemkab Karawang gagal, karena banyak sampah yang bertebaran di sekitar pinggir jalan. Pemkab Karawang harus serius menangani permasalahan sampah dengan memberikan bantaun truck sampah pengangkut di setiap kecamatan. Sampah yang dipinggir jalan diperparah dengan hanya dilakukan pentutupan dengan spanduk Karawang Interasih, akan tetapi sampah tetap dibiarkan di pinggir jalan. "Kesadaran masyarakat harus ditingkatkan dengan regulasi yang kuat serta penegakannya yang mengancam dengan sanksi," katanya.
Dia melanjutkan, Perda K3 Kabupaten Karawang serta Karawang Interasih harus berjalan beriringan dengan pelaksanaan dilapangan. Masyarakat yang sengaja membuang sampah sembarangan harus diberikan sanksi di tempatn sehingga menimbulkan efek jera secaralangsung kepada masyarakat. Selain itu, slogan Karawang Interasih harus diwujudkan secepatnya, agar masyarakat dapat hidup dengan lingkungan yang bersih.
Pengadaan tong sampah merupakan salah satu upaya ke arah itu. Masyarakat dapat membuat bank sampah, dengan pengelolaan sampah yang baik. Masyarakat juga dapat membuang sampah dengan dilakukan pemilahan terlebih dahulu, terutama dalam menggerakan sampah ekonomis. Sampah yang dikelola dengan baik, akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Berdasarkan data sedikitnya ada 17 titik tempat pembuangan sampah (TPS) liar tersebar di tiga kecamatan. Dari belasan titik tersebut 5 titik diantaranya berada di Kecamatan Majalaya dan 2 titik di Purwasari. Sementara Kecamatan Klari menyumbang TPS liar terbanyak dengan jumlah mencapai 10 titik. Umumnya sampah-sampah tersebut
terlihat disepanjang jalan yang berada di tiap kecamatan. Selain itu tingkat kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan juga masih rendah. Disamping memang dukungan pemerintah setempat untuk menyadarkan warganya agar tidak membuang sampah sembarang juga tidak optimal. Paling tidak dengan menyediakan tempat-tempat sampah dititik-titik rawan buang sampah.
Sampah-sampah tersebut akan menjadi berbahaya ketika hujan turun. Sampah itu bakal terseret ke saluran-saluran air oleh air hujan hingga mengakibatkan penumpukan dimana akhirnya menjadi bendungan yang membendung aliran air. Hingga berakibat terparah air meluap dan menggenangi pemukiman warga. Selain itu bau busuk yang menebar dari timbunan sampah dikhawatirkan akan menjadi sumber penyakit. Seringkali warga dan anak-anak sekolah yang melintas dititik-titik pembuangan sampah harus menahan napas ketika melintasi lokasi. (ari)

Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Jadika Interaksi yang menjadi moto karawang di pertegas lagi demi keindahan karawan

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template