Evaluasi Rambu Lalin Menyesatkan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Evaluasi Rambu Lalin Menyesatkan

Evaluasi Rambu Lalin Menyesatkan

Written By Mang Raka on Selasa, 24 Mei 2016 | 18.00.00

*Jalur Keluar Underpass Gonggo Menunggu Korban Jiwa

KARAWANG, RAKA - Upaya pemerintah daerah membuat underpass Gonggo memang berhasil meminimalkan kemacetan yang terjadi di tiga ruas jalan yang terakses dengan terowongan gonggo. Namun, siapa sangka, pasca dibukanya underpass tersebut ternyata menciptakan masalah lalulintas baru mengenai pintu keluarnya. Rambu-rambu dilarang berbelok diujung jalur keluar anderpass justru jadi pemicu tingginya angka kecelakaan disana.

Berdasarkan penelusuran RAKA, kemarin, dilokasi, memang agak aneh jika diujung jalur pintu keluar underpass terpasang rambu-rambu dilarang berbelok. Pemasangan rambu-rambu itu entah berlaku untuk siapa. Terasa aneh tentunya jika larangan berbelok itu untuk pengendara yang keluar dari arah underpass karena justru dibatas rambu-rambu itulah pintu keluar jalur underpass.
Sementara pengendara arah berlawanan ataupun yang nakal melajukan kendaraannya bersisihan dengan jalur keluar underpass tanpa melalui pintu masuk underpass merasa aman melintas, karena terpicu rambu-rambu larangan berbelok. Meski disitu juga ada rambu-rambu perboden. Namun yang terjadi malah sebaliknya, begitu melintas rambu-rambu kecelakaan pun terjadi karena masing-masing merasa dirinya benar.
Selain itu, terjadinya kecelakaan juga terpicu akibat rambu-rambu perboden yang tidak bisa terlihat jelas oleh pengendara. Akibat kecelakaan tersebut tidak sedikit korban yang terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit terdekat. "Dalam seminggu ada saja kecelakaan yang terjadi. Kebanyakan adu bagong. Itu akibat tidak memperhatikan perboden yang ada disitu," ucap Danu, warga setempat.
Masih dilanjutkan Danu, seperti peristiwa terakhir terjadi Minggu (22/5) sore. Terjadi lagi tabrakan, korban warga Bayur dan kondisinya amat parah sehingga harus dievakuasi ke rumah sakit Dewi Sri yang paling dekat. Danu sendiri mengaku sering melihat terjadinya tabrakan disekitar underpas Gonggo. Kecelakaan itu sendiri tutur Danu akibat pengendara yang muncul dari arah berlawanan dan mengindahkan proboden. "Warga Karawang ternyata tidak cukup dengan tanda perboden saja, buktinya yang menerobos larangan tersebut banyak, dan selalu berakhir dengan kecelakaan," terang Danu.
Danu menyarankan, ada upaya terkait untuk memberikan perboden bukan saja dalam bentuk pembatas jalan dengan menghalangi jalan dari arah yang dilarang melintas. "Saya pikir pengendara di Karawang harus diberikan yang tegas. Dilain sisi pihak terkait dalam hal ini Dishubkominfo jangan tinggal diam, karena korban sudah banyak. Jangan menunggu meninggal dulu baru ada aksi," sarannya.
Warga lainnya Amat, mengatakan kejadian rawan kecelakaan ini jangan dianggap biasa, karena sudah jelas warga disini jadi kebagian dampak setiap ada kecelakaan tabrakan. "Kita warga disini, jadi kebagian sibuk kalau ada tabrakan, apalagi menjelang bulan ramadhan aktifitas kendaraan akan semakin banyak. Jangan sampai korban banyak bermunculan akibat tidak ada tindakan cepat dinas terkait," keluhnya.
Sementara itu, Dinas Perhubungan dan Kumunikasi Karawang belum bisa dimintai tanggapan terkait rawannya jalan disekitar underpas Gonggo. Radar Karawang mencoba menghubungi Kepala Dinas Dishubkominko belum ada jawaban hingga berita ini diterbitkan. (dri)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template