Evaluasi Mitra Masyarakat Hutan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Evaluasi Mitra Masyarakat Hutan

Evaluasi Mitra Masyarakat Hutan

Written By Mang Raka on Senin, 09 Mei 2016 | 13.30.00

TEGALWARU,RAKA - Warga Pangkuan hutan di wilayah Karawang Selatan kurang menyadari pentingnya menanam pohon aktif sebagai penguat zona perbukitan. Hal itu perlu dilakukan karena masih banyak lahan perbukitan yang terlihat gundul.

Dipaparkan, beberapa wilayah perbukitan yang menjadi wilayah pangkuan hutan utama gugusan Gunung Sanggabuana, banyak yang gundul bahkan hanya ditanami tanaman palawija saja, hingga dikhawatirkan kontur tanah mudah tergerus derasnya air hujan. Kesadaran masyarakat yang dijadikan rekanan Perum Perhutani belum sepenuhnya menyadari pentingnya menanam pohon aktif sebagai penahan kontur tanah agar tidak mudah tergerus oleh air hujan. Memang pemanfaatan alih fungsi hutan yang sedianya Perum Perhutani mengajak mitra masyarakat di dalam wadah Lembaga Masyarakat Hutan Desa (LMDH) perlu dikaji lebih serius, agar sumber daya manusianya pun mempunyai orientasi penjagaan hutan yang lebih baik lagi ke depannya.
Sementara, areal kawasan hutan ada juga yang sudah di atur dalam undang-undang mengajak peran serta masyarakat di pangkuan hutan agar bisa menfaatkan sebagian areal lahan hutannya untuk dijadikan alokasir area pertanian bagi petani agar mereka bisa sejahtera. Akan tetapi implementasinya tidak sedikit petani malah membuat areal lahan terbuka yang justru akan berakibat fatal bagi kelestarian hutan. "Beberapa areal hutan di gugusan gunung Sanggabuana, sangat memperihatinkan karena kondisinya banyak yang gundul, sehingga perlu kiranya masyarakat pangkuan hutan kembali diingatkan mengembalikan kedaulatan hutan kembali ke hutan semestinya," papar Budi darmawan (41) pemerhati lingkungan, Minggu (8/5).
Ditambahkannya, dirinya malah lebih setuju hutan kembali lagi menjadi hutan yang semestinya hutan dengan pohon yang besar. Cagar alamnya aman dan eko sistem hayatinya terjaga dengan baik. Itu bisa terealisasi seperti itu tidak sulit, hanya butuh keseriusan semua pihak agar semua itu terealisasi dengan baik.
Demikian Solihin (34) pengelola hutan Calincing di wilayah Desa Cintalaksana, alih fungsi hutan akan berjalan dengan baik jika kesadaran masyarakat yang mengelolanya dibekali pendidikan. Betapa pentingnya menjaga kelestarian hutan yang layak, tanpa harus mengorbankan pohon aktif untuk dikorbankan agar terciptanya lahan garapan.
"Saya lebih setuju agar di review kembali dengan konsep terintegrasi areal zona petani penggarap lahan Perum Perhutani agar pengawasan dan tata letak pobon akan terselenggara denga baik, tanpa harus mengorban kan hakikinya petani. Saya yakin akan bisa, petani pun perlu menyadari juga betapa penting menjaga hutan untuk kelangsungan hidup," paparnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template