Dua Tersangka Korupsi Posyandu Ditahan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Dua Tersangka Korupsi Posyandu Ditahan

Dua Tersangka Korupsi Posyandu Ditahan

Written By Mang Raka on Sabtu, 21 Mei 2016 | 15.00.00

KARAWANG, RAKA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang akhirnya menahan dua tersangka kasus dugaan korupsi proyek posyandu. Mamat Rohimat selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan dan Amsir Supriatna yang berperan jadi bendahara pengeluaran, dititipkan di Lapas Warungbambu setelah diperiksa 3 jam, Jumat (20/5) kemarin.
Kepala Seksi Pidana Khusus, Titin Herawati Utara mengatakan, alasan penahanan dua PNS Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) itu karena berkas pemeriksaan sudah lengkap. "Tersangka ini kita tahan dengan sangkaan telah melakukan perbuatan melawan hukum, terkait proyek posyandu senilai Rp 3 miliar,” kata Titin kepada wartawan, kemarin.
Ia melanjutkan, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru dalam pemeriksaan lanjutan. Berdasarkan hasil pemeriksaan selama ini, hanya Mamat dan Amsir yang sudah lengkap pemberkasannya. “Tersangka baru tergantung dari hasil pemeriksaan. Yang pasti kita hanya mengikuti aturan saja,” ujarnya.
Diketahui, Kejari Karawang sejak 6 bulan lalu melakukan pemeriksaan proyek pembangunan dan pengadaan posyandu yang dikelola BPMPD. Puluhan kepala desa dan camat serta panitia pembangunan proyek posyandu, sudah beberapa kali diperiksa penyidik kejaksaan. Kades dan camat diperiksa karena proyek posyandu berlokasi di desa masing-masing yang mendapatkan bantuan pemerintah. Proyek senilai Rp 3 miliar ini diperuntukan bagi 90 posyandu yang ada di Karawang. Selain bangunan fisik, proyek ini juga untuk pengadaan sarana dan prasarana posyandu seperti timbangan bayi serta tempat tidur. Masing-masing posyandu menerima bantuan sebesar Rp 30 juta untuk pembangunan fisik, atau sarana dan prasarana posyandu.
Dugaan korupsi pembangunan atau pengadaan posyandu mulai terendus kejaksaan, setelah panitia proyek memecah proyek senilai Rp 3 miliar dikerjakan oleh 8 rekanan. Dugaan sementara ada sejumlah kegiatan fiktif dan sebagian lagi dikerjakan, tapi tidak sesuai prosedur. Sedikitnya ada 40 posyandu penerima bantuan yang diduga bermasalah. (ops)

Korupsi Dana Posyandu

Sumber Dana
APBD Provinsi Jawa Barat tahun 2014

Nilai Proyek
-Rp 3 miliar

Hasil Penyelidikan Kejaksaan
-40 pembangunan posyandu bermasalah
-Kerugian negara Rp 28 juta per posyandu
-Sejumlah proyek fiktif
-Pengerjaan proyek tidak sesuai prosedur
-22 saksi dipanggil, termasuk Kepala BPMPD dan Sekda Karawang


Tersangka
Mamat Rohimat
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek posyandu


Amsir Supriatna
Bendahara pengeluaran proyek posyandu

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template