Dipecat, Warga Pucung Stres - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Dipecat, Warga Pucung Stres

Dipecat, Warga Pucung Stres

Written By Mang Raka on Selasa, 03 Mei 2016 | 12.00.00

-Dituding Nyuri Parsel di Indofood

KOTABARU, RAKA - Nasib nahas menimpa Suharno bin Muhtadi, warga Perum Taman Gria Permai, Blok A12 no 6, Desa Pucung, Kecamatan Kotabaru. Pasalnya saat para buruh merayakan Hari Buruh Sedunia, ia malah dipecat secara sepihak oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur, Tbk.
"Saya diberhentikan secara sepihak. Persoalannya, karena saya dituduh mencuri parsel pada jelang lebaran tahun lalu. Padahal saya tidak pernah melakukan itu," ujar Suharno kepada Radar Karawang, Senin (2/5).
Ia menyampaikan, tuduhan pencurian membuat dirinya memiliki status di perusahaan terkenal itu tidak jelas. Padahal dia sudah bekerja di perusahaan tersebut sekitar 28 tahun, dengan tanpa cacat, bahkan belum pernah menerima surat peringatan satu kalipun. "Kejadiannya bulan Juli 2015, tanggal 2. Kordinator Manager Personalia saya, pak Didik Adi Utomo, hanya menyampaikan secara lisan. Saya dirumahkan," terangnya.
Bahkan, sehari berikutnya, saat dirinya datang ke perusahaan hendak bekerja, sekuriti perusahaan menyampaikan bahwa diriya sudah tidak lagi bekerja di Indofood, dan kedatangannya hanya sebagai tamu. Namun yang membuat dirinya aneh adalah gaji tiap bulannya masih tetap diterima. "Jadi memang pemecatan saya tidak melalui prosedural yang seharusnya. Mungkin karena itulah saya tetap dikasih gaji," jelasnya.
Saat dirinya terus meminta kejelasan status dari perusahaan, ternyata ada yang membuat dirinya tercengang. Pasalnya, pada bulan September 2015 dirinya malah berurusan dengan pihak yang berwajib dengan tuduhan dugaan pencurian parsel milik karyawan lain. "Waktu itu saya melihat ada parsel di meja. Karena gak ada yang punya, saya masukan ke loker. Dan saya sampaikan ke ADM, kalau ada yang kehilangan parsel, parselnya diamankan di loker saya. Terus di area kerja juga saya umumkan," jelasnya.
Dia sendiri merasa aneh, kenapa kasus yang sudah selesai secara musyawarah, bahkan antara dia dengan karyawan lain yang parselnya diamankan juga sudah saling memahami. Tetapi tiba-tiba harus berurusan dengan hukum, dan yang membuat laporannya karyawan yang parselnya diamankan itu. "Kalau tidak ada paksaan dari pihak lain, tentu proses hukum ini tidak akan ada. Dan saya menduga ada setingan dari pihak perusahaan untuk mengeluarkan saya dari perusahaan secara tidak hormat," curiganya.
Kanit Reskrim Polsek Bungursari, AKP H Januaryono, SH, MH, mengaku tidak memiliki kewenangan untuk mengeluarkan pernyataan atas kasus tersebut. Karena yang memiliki kewenangan adalah kapolsek. Sementara tersangka dan barang bukti dilimpahkan ke kejaksaan, Senin (2/5) kemarin.
Saat Radar Karawang mendatangi PT Indofood CBP Sukses Makmur, Tbk, di Bungursari, Purwakarta, untuk mengkonfirmasi terkait persoalan Suharno, Kordinator Manager Personalia, Didik Adi Utomo, dan Manager Personalia perusahaan tersebut tidak ada di tempat. "Pak Didik hari ini ngantor di kantor pusat. Jadi gak ada disini," ucap securiti yang bertugas menjaga pintu gerbang pabrik, Tiono Sumarjono. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template