Dewan Tolak Pajak Miras - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Dewan Tolak Pajak Miras

Dewan Tolak Pajak Miras

Written By Mang Raka on Rabu, 25 Mei 2016 | 12.00.00

-Danu Hamidi: Harusnya Minuman Keras Dilarang

KARAWANG, RAKA - Rencana Pemerintah Kabupaten Karawang memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor minuman keras (miras) menjadi kontroversi di tengah-tengah masyarakat. Pihak legislatif pun menyatakan keberatan.
Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Karawang Danu Hamidi mengatakan, jika minuman keras dijadikan sumber PAD, secara tidak langsung pemerintah daerah melegalkan peredarannya. "Menurut saya justru seharusnya pemerintah melarang peredaran, dan penjualan miras di Karawang," ungkapnya kepada Radar Karawang, Selasa (24/5) kemarin.
Selain banyak menimbulkan persoalan negatif, Kabupaten Karawang yang rencananya akan jadi kota santri juga akan tercoreng. Danu menyarankan agar pemkab mencari sektor lain untuk menggenjot PAD. "Katanya ingin menjadi kota santri, masa miras mau dijadikan PAD," kata Danu.
Ia melanjutkan, jika Pemkab Karawang memaksakan diri membuat peraturan daerah untuk mendukung retribusi miras, Fraksi Gerindra menolak. "Kami juga menolak izin penjualan miras," tandasnya.
Penolakan juga diserukan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Telagasari, KH Muhammad Juffrie Assalamie. Menurutnya miras bisa merusak mental manusia dan pemicu munculnya kejahatan. "Mungkin pemerintah punya pandangan dari sisi pendapatan daerah. Tapi sebaiknya dilarang, bukun dipungut pajak," ujarnya.
Sebelumnya, Wakil Bupati Karawang Ahmad 'Jimmy' Zamakhsari mengatakan, tempat hiburan khususnya minuman keras bisa menghasilkan pajak bagi daerah. "Saya akan mengoptimalkan pendapatan PAD dari sektor miras," terangnya.
Kabid Pajak I Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Karawang Yayat Hidayatullah mengatakan, selama ini miras belum bisa menghasilan PAD karena belum ada regulasinya. "Tapi jika kedepan ada regulasi pajak miras, DPPKAD dalam hal ini Bidang Pajak I siap mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Karawang," ungkapnya.
Sementara pajak tempat hiburan, kata Yayat, berhasil digali Rp 3.968.855.612 pada tahun 2015. Sedangkan untuk tahun ini dari bulan Januari hingga April baru Rp 2.346.436.501. "Jika ditanya sudah maksimal, belum bisa dikatakan maksimal. Karena itu baru yang sudah berizin. Sementara diduga banyak tempat hiburan yang belum berizin, sehingga sulit untuk ditarik pajaknya yang secara langsung," bebernya. (dri)

Dampak Minuman Keras

3 Mei
Seorang ABG (15) tanpa identitas meninggal di RSUD Karawang usai minum miras.

25 Mei

Lima pemuda memperkosa warga Tirtamulya usai pesta miras.

Tahun 2015
22 November
Dua ABG Tanjungpura dirampok dua pemuda mabuk di depan RSUD Karawang.

8 Agustus
Dua kelompok pemuda terlibat perkelahian di GOR Panatayudha. Satu orang terluka setelah kepalanya dipukul botol miras.

11 Juni
Dua pemuda Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan tewas usai menenggak miras oplosan.


27 Juli
Seorang ABG, NL (16) warga Telagasari meninggal usai dicekoki miras.

24 Februari
NT, ABG Desa Kedawung, Lemahabang, diculik tiga hari setelah dicekoki miras saat nonton organ malam.

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template