Dewan Kunker yang Untung Travel - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Dewan Kunker yang Untung Travel

Dewan Kunker yang Untung Travel

Written By Mang Raka on Jumat, 27 Mei 2016 | 17.47.00

-Berpotensi Jadi Bahan Bancakan

KARAWANG, RAKA - Kunjungan kerja yang rajin dilakukan anggota DPRD Kabupaten Karawang ke berbagai daerah di Indonesia, ternyata dituding negatif oleh anggota dewan sendiri. Meski tidak berani mengungkapkan identitasnya di koran ini, dirinya memandang kunker hanya menghambur-hamburkan uang negara.
"Saya juga sependapat dengan keluhan masyarakat terhadap kunker," ungkapnya kepada Radar Karawang, Kamis (26/5) kemarin.
Ia melanjutkan, wilayah yang dikunjungi kerap tidak sesuai dengan kultur Karawang. Tidak bisa membandingkan satu daerah dengan daerah lain, lalu mengadopsi aturan di daerah tersebut untuk diterapkan di Kota Pangkal Perjuangan ini. "Jadi perlu ada kejujuran seberapa banyak hasil kunker bisa teradopsi dalam setiap penyusunan raperda," terangnya.
Menurutnya harus ada kajian lebih dalam daerah mana yang harus dikunjungi. Jangan sampai sudah pergi jauh ke daerah lain, tapi tidak ada yang bisa diambil manfaatnya. "Ya untuk dewan juga terkadang dapat getah kunker jalan-jalan. Padahal jika dilihat biaya yang dikeluarkan dalam anggaran, tidak setengahnya dinikmati dewan. Lebih menguntungkan travel dan hotel," ujarnya.
Melihat itu dirinya berencana mengkaji penghapusan kunker. Karena saat ini masyarakat membutuhkan anggota dewan yang bisa mendorong pembangunan secara nyata dan cepat. "Kan kalau bisa ditiadakan, anggaran bisa dialihkan untuk membangun," terangnya.
Peneliti Indo Barometer Cecep Sopandi menganggap pembuatan raperda berpotensi menjadi bancakan anggota dewan. Mulai dari anggaran kunjungan kerja hingga dana yang dikeluarkan negara selama rapat pembahasan raperda. "Saya lihatnya kesana. Bisa jadi bancakan anggota dewan," ungkapnya.
Menurutnya saat dewan membuat raperda, harus melihat sisi manfaat bagi masyarakat. Jangan sampai implementasi di lapangan justru bermasalah. "Perda harus berkualitas, harus memberi kemudahan bagi masyarakat," ujarnya.
Sekretaris DPRD Karawang Agus Mulyana mengatakan, kunker menjadi keharusan sesuai aturan yang ada. Karena dalam pembuatan rancangan peraturan daerah, selain melakukan kajian dan menggali informasi dari para pakar, kunker menjadi bagian yang tidak terpisahkan. "Sebagai bahan perbandingan dalam membuat raperda. Kedua kota tersebut bisa menjadi referensi dalam penyusunan raperda," ungkapnya. (dri/psn)



Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template