Desa dan Kelurahan Wajib Punya Bank Sampah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Desa dan Kelurahan Wajib Punya Bank Sampah

Desa dan Kelurahan Wajib Punya Bank Sampah

Written By Mang Raka on Senin, 23 Mei 2016 | 17.53.00

PURWAKARTA, RAKA - Masyarakat dan aparat desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Purwakarta, diminta untuk membentuk bank sampah.
"Tahun 2016 ini kami dari PKK akan turut terlibat menggerakan masyarakat Purwakarta untuk aktif membentuk kelompok Bank Sampah di setiap desa dan kelurahan," kata Ketua tim penggerak PKK Kabupaten Purwakarta Anne Ratna Mustika, saat menghadiri Milad ke-2 Bank Sampah Barokah di Perumahan Bukit Panorama Indah, RW 13, Kelurahan Ciseureuh, Kecamatan Purwakarta, Minggu (22/5).
Bank Sampah Barokah yang terus mendapatkan kepercayaan dan tambahan nasabah ini, merupakan satu-satunya Bank Sampah di Purwakarta yang dinilai berhasil dan memiliki menajemen yang baik. "Bank Sampah Barokah ini adalah Bank Sampah yang patut kami apresiasi. Ini menjadi percontohan, untuk juga kita terapkan di seluruh desa dan kelurahan yang ada di Purwakarta," jelasnya.
Anne mengaku, akan ikut mendorong sampai berhasil, agar semua desa dan kelurahan di Purwakarta melakukan hal serupa seperti yang dilakukan warga Peremahan Panorama Indah. "Targetnya 2017 semua desa dan kelurahan harus sudah memiliki bank sampah," kata istri Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi ini.
Menurut dia, sampai saat ini, kesadaran masyarakat pada gerakan bank sampah masih kurang. Padahal selain membuat lingkungan bersih dan nyaman, sistem bank sampah ini akan  penunjang ekonomi keluarga. Sehingga gerakan bank sampah dinilai efektif karena sampah rumah tangga bisa termamfaatkan dengan baik. Bermula dari memilah jenis sampah yang masih bernilai ekonomis, sampah organik dan sampah yang tidak bisa dimanfaatkan lagi. Dari kesadaran memilah itu, baru kemudian secara langsung terjadi pengurangan jumlah limbah, pemanfaatan kembali. "Seluruh anggota Tim Penggerak PKK Purwakarta di seluruh desa dan kelurahan, saya mintakan untuk ikut menjadi nasabah bank sampah agar kedepannya bank sampah lebih maju. Kita juga akan terus menyosialisasikan gerakan itu dalam setiap pertemuannya dengan masyarakat," ungkapnya.
Di tempat yang sama, pengelola Bank Sampah Barokah Purwakarta Asep Supani mengatakan, pada HUT Bank Sampah Barokah yang ke-2 ini pengelola membagikan SHU ke 202 nasabah, yang nilai seluruhnya mencapai Rp 11 juta. "Bank Sampah Barokah dikelola secara suadaya oleh Ibu-ibu di RW kami. Jumlah nasabah ini terus bertambah. Kami harap dalam HUT yang ke-2 ini Bank Sapah Barokah tambah maju," harap dia.
Sementara, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Purwakarta Ruslan Subanda mengungkapkan, bank sampah jika diterapkan di seluruh desa dan kelurahan akan sangat efektif untuk mengurangi beban sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikolotok. Setiap harinya, kata dia, di Purwakarta terkumpul lebih 150 ton sampah, baik sampah organik maupun anorganik. Namun keberadaan sampah-sampah tersebut belum dapat dimamfaatkan, meskipun sebagian sampah organik sudah dapat diolah menjadi pupuk kompos. "Untuk itu bank sampah diliai efektif untuk menekan volume sampah, sehingga tidak terbuang sia-sia," kata dia.
Bank sampah merupakan konsep pengumpulan sampah kering atau sampah anorganik dengan manajemen layaknya perbankan. Namun yang ditabung bukanlah uang, melainkan sampah sebagai bentuk antisipasi dalam mengelola sampah agar memiliki nilai manfaat untuk masyarakat si pemilik sampah. “Manfaatnya banyak, selain bisa membantu dan menambah kebutuhan ekonomi, pendirian bank sampah juga sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus pengelolaan sampah agar memiliki nilai manfaat,” singkat dia. (awk)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template