Demi Pelanggan, XL Uji Jaringan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Demi Pelanggan, XL Uji Jaringan

Demi Pelanggan, XL Uji Jaringan

Written By Mang Raka on Kamis, 12 Mei 2016 | 17.52.00

-Hadapi Lonjakan Trafik Data Saat Ramadan dan Lebaran

YOGYAKARTA, RAKA - PT XL Axiata Tbk (XL) telah siap menghadapi kemungkinan lonjakan trafik semua jenis layanan telekomunikasi dan data, saat masuk bulan Ramadan dan libur panjang Lebaran.
Selain meningkatkan kapasitas jaringan, XL juga menerapkan pengelolaan jaringan dengan memanfaatkan teknologi terbaru dalam sistem jaringan, sehingga semakin memudahkan dalam mengatur kemampuan jaringan menyesuaikan dengan kondisi trafik yang ada di suatu wilayah. Direktur/Chief Service Management Officer (CSMO) XL, Yessie D. Yosetya mengatakan, XL memang secara khusus mempersiapkan jaringan dan hal terkait lainnya dalam menghadapi ramadan dan lebaran, yang diikuti oleh masa pulang kampung dan libur panjang di berbagai daerah. Meski ini adalah rutinitas setiap tahun, kata Yessie, namun ini adalah masa yang krusial di mana puluhan juta pelanggan sangat membutuhkan koneksi dengan kualitas terbaik.?
Yessie memperkirakan, kenaikan terbesar trafik layanan selama Ramadan dan Lebaran akan terjadi pada layanan data, yang mencapai 30-40 persen. Sementara untuk trafik layanan percakapan dan SMS cenderung stabil, meski tidak tertutup kemungkinan akan mengalami kenaikan antara 5-15 persen dibandingkan kondisi trafik pada hari biasa.  "Kenaikan trafik ini terutama akan terjadi di Pulau Jawa. Trafik penggunaan layanan akan mengalami kenaikan karena diperkirakan pelanggan akan lebih aktif menggunakan semua layanan saat Ramadan dan libur panjang Lebaran," ungkap Yessie kepada sejumlah wartawan saat membuka acara XL Axiata Netrally 2016 di Yogyakarta, Rabu (11/5).?
Untuk mengantisipasi masa-masa krusial tersebut, sejumlah langkah persiapan telah XL laksanakan. Pertama, memperbesar kapasitas jaringan. Kapasitas jaringan XL ditingkatkan hingga 2-3x dari kapasitas sehari-hari. Kedua, mengerahkan mobile BTS. Tidak kurang sebanyak 20 MBTS XL kerahkan dan sebar terutama untuk memperkuat jaringan di lokasi-lokasi yang diprediksi akan menjadi konsentrasi masyarakat, seperti terminal bus, bandara, pelabuhan, stasiun, jalur mudik, tempat belanja, dan lokasi wisata. Ketiga, menerapkan teknologi NFV. Dengan teknologi jaringan terbaru ini, XL bisa secara mudah dan cepat mengatur kapasitas jaringan disesuaikan dengan kebutuhan di lokasi-lokasi tertentu. Teknologi ini memungkinkan XL untuk menambah atau pun mengurangi kapasitas jaringan secara cepat. Secara fleksibel XL akan segera bisa menyediakan kapasitas jaringan yang dibutuhkan di lokasi-lokasi yang membutuhkan penambahan kapasitas. Dengan demikian, bisa diminimalisir kemungkinan terjadinya kepadatan jaringan di suatu lokasi yang bisa menganggu kualitas layanan.
Keempat, menerapkan teknologi MSC pool dan SGSN in pool untuk 3G secara nasional. Teknologi ini berfungsi untuk menghindarkan lonjakan trafik pada suatu lokasi tertentu, dengan menyebarkannya ke  jaringan XL lainnya yang tersebar di beberapa titik. Hal ini memungkinkan karena pada saat-saat seperti masa mudik dan liburan, lonjakan trafik sering terjadi hanya di lokasi-lokasi tertentu, sementara di lokasi lain tersedia jaringan yang tidak padat.
Kelima, menggunakan lebar pita 15 MHz pada spektrum 1800 Mhz untuk layanan 4G LTE. Pada inisiatif yang sudah mulai diterapkan sejak 1 April 2016 lalu ini, secara teknis yang dilakukan XL adalah melakukan refarming spektrum 1800 MHz dari 2G ke LTE, di mana sebelumnya menggunakan lebar pita 10 MHz menjadi 15 MHz untuk 4G LTE di BTS 4G Makro. Dengan langkah tersebut, lanjut Yessie, maka akan meningkat pula kualitas layanan bagi pelanggan yang sudah menggunakan layanan 4G di sejumlah kota. Tambahan lebar pita 4G LTE ini menurut Yessie, akan menambah kapasitas dan kecepatan layanan 4G LTE yang sudah ada, yang pada akhirnya akan berdampak positif bagi pelanggan. Kecepatan maksimum di BTS level akan naik dari 75 Mbps menjadi 100 Mbps.
Sementara itu, kata Yessie, inisiatif menggunakan 15 MHz untuk mendukung layanan 4G LTE ini, menjadi urgen mengingat trend masyarakat pengguna layanan data yang cenderung memanfaatkan aplikasi pengirim pesan untuk berkomunikasi.  "Mereka rata-rata menggunakan aplikasi pengirim pesan dan sosial media dalam menyampaikan pesan, baik untuk sekadar berkirim kabar, ngobrol, berbisnis, hingga mendukung pekerjaan," ungkapnya.(ega)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template