Candi Jiwa Lebih Tua Dibanding Borobudur, Belum Diakui Dunia - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Candi Jiwa Lebih Tua Dibanding Borobudur, Belum Diakui Dunia

Candi Jiwa Lebih Tua Dibanding Borobudur, Belum Diakui Dunia

Written By Mang Raka on Senin, 30 Mei 2016 | 18.34.00

Siapa yang tak kenal Candi Borobudur? Kompleks candi termegah dan terbesar di dunia ini, telah ditetapkan UNESCO sebagai warisan dunia. Tapi tahukah Anda bahwa ada kompleks candi yang ternyata diperkirakan lebih tua daripada Candi Borobudur. Candi itu adalah Candi Jiwa.
Penemuan candi yang bermula dari seorang petani menemukan hewan ternaknya mati di sebuah gundukan tanah berisi reruntuhan kuno pada tahun 1984, ditemukanlah sebuah candi di Desa Segaran, Kecamatan Batujaya, sekitar 36 kilometer dari Pasar Rengasdengklok. Bukan hanya satu, tapi 52 tapak situs sisa-sisa bangunan ditemukan oleh arkeolog dari tahun 1984 hingga tahun 2006.
Menurut sesepuh Desa Segaran, Kasda (78), dulu tempat yang ditemukan banyak candi itu adalah gundukan tanah, seperti bukit yang mengelilingi sawah. Dan terkadang tanah gundukan itu kerap dijadikan tempat peristirahatan para petani. Tak hanya itu, kata dia, dulu gundukan tanah itu banyak ditumbuhi perkebunan palawija seperti timun, terong, kacang, jeruk dan kelapa. "Siapa yang tahu bahwa tanah yang sering kita jadikan tempat istirahat dan bermain pada masa kecil, ternyata di dalamnya terdapat bangunan sejarah," kata dia kepada Radar Karawang.
Arkeolog Universitas Indonesia Drs Hasan Djafar (72) mengatakan, dirinya sudah mengenal Karawang sejak tahun 1985, saat meneliti Candi Jiwa. Candi tersebut merupakan komplek percandian terluas di Jawa, dan lebih tua dibanding dengan Candi Borobudur. Dari hasil penelitian yang dilakukan sejak 1985 sampai saat ini, situs Batujaya yang sebarannya meliputi Kecamatan Batujaya dan Pakisjaya, memiliki tidak kurang dari 24 candi. Dari 24 candi yang telah disurvei, baru 11 candi yang diteliti dan digali secara intensif. Penemuan candi yang luasnya mencapai ratusan hektare di Provinsi Jawa Barat tersebut, sekaligus menggugurkan pendapat bahwa kompleks percandian hanya berada di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Pelaksana Bidang Budaya Disbudpar Kabupaten Karawang Kokasih mengatakan, candi di Batujaya merupakan daerah istimewa karena memiliki dua  masa, yaitu masa pra sejarah dan masa klasik. kenapa bisa disebut masa pra sejarah, karena di wilayah itu sudah ada sebelum adanya kerajaan tertua atau bisa disebut sezaman dengan Kerajaan Tarumanegara. Sedangkan masa klasik adalah masa-masa keindahan atau bisa disebut masa agama Buddha. "Selama ini banyak ditemukan menhir-menhir atau bebatuan pemujaan, yang berasal dari zaman dulu yaitu Buddha," katanya.
Masih dikatakan dia, penamaan Candi Jiwa hanya penamaan dari masyarakat setempat, disesuaikan dengan keanehan yang terjadi disitu. "Dulu kalau banjir banyak hewan dititipkan di gundukan itu, tapi banyak yang mati," ungkapnya.
Masih dikatakan pria itu, mulai awal penelitian sampai sekarang diketahui ada 52 titik struktur bangunan. "Sekarang yang diketahui itu ada empat Candi yaitu Candi Jiwa, Candi Belandongan, Candi Serut dan Candi Cungkup. Kemungkinan jika dilakukan penelitian secara berlanjut itu bisa lebih," katanya.
Sementara itu, berdasarkan catatan dari  Dinas Budaya dan Pariwisata Pemerintah Provinsi Jawa Barat, teknologi pembuatan Candi Jiwa lebih bagus daripada Candi Borobudur. Bahkan luasnya jauh lebih luas dibanding Candi Borobudur. Luas Candi Jiwa diperkirakan mencapai 15 kilometer persegi. Asumsi arkeolog menduga bahwa komplek candi ini merupakan candi tertua yang ada di Indonesia. Candi Jiwa ini disinyalir merupakan situs ritual Hindu yang dibangun pada Zaman Tarumanegara.
Meski begitu, hingga saat ini Candi Jiwa belum diakui dunia. Unesco sebagai organisasi pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan PBB belum menyatakan Candi Jiwa sebagai warisan dunia. (yna/psn/rk)

Borobudur

Luas
123×123 meter
Tahun pembangunan
800 masehi
Zaman Kerajaan Syailendra

Candi Jiwa
Luas
15 kilometer persegi
Tahun Pembangunan
Abad ke 2
Zaman Kerajaan Tarumanegara
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template