BUMDes Simpan Pinjam Rawan Korupsi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » BUMDes Simpan Pinjam Rawan Korupsi

BUMDes Simpan Pinjam Rawan Korupsi

Written By Mang Raka on Selasa, 31 Mei 2016 | 13.00.00

TIRTAMULYA, RAKA - Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) jika dikelola dengan baik, bisa mendongkrak perekonomian masyarakat. Tapi jangan salah. Jika tidak diawasi dengan ketat, bisa jadi lahan korupsi oleh pengelolanya.
Tokoh masyarakat Tirtamulya, Iwa Kartiwa, menilai BUMDes yang bergerak di bidang simpan pinjam rawan penyimpangan. Dia meminta pihak terkait untuk melakukan pengawasan dan pembinaan secara serius. "Tentunya rawan penyimpangan. Apalagi berbentuk uang," ujar Iwa kepada Radar Karawang, Senin (30/5).
Apalagi, tambah Iwa, masih ada pemikiran masyarakat bahwa anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah, tidak mesti dikembalikan. Padahal yang namanya usaha simpan pinjam, harus bisa terus bergulir dan berkembang. Sehingga perputarannya makin tinggi, dan masyarakat bisa bergantian meminjam dana bergulir tersebut. "Masyarakatkan tahunya bantuan pemerintah. Jadi gak usah dikembalikan. Ini yang bakal jadi tantangan bagi pengelola BUMDes," ujarnya.
Menurutnya penyimpangan juga bisa dilakukan oleh pengelolanya. Karena uang yang seharusnya disetorkan ke kas BUMDes, bisa saja dipakai oleh yang bertugas sebagai penagih. Atau bisa jadi direkturnya yang sengaja menggelapkan uang tersebut.
Ia berharap kepada para pembina, pendamping, kepala desa, camat, pendamping desa dan tenaga ahli (TA) melakukan pengawasan secara ketat. Sehingga semuanya bisa berjalan dengan baik, dan sesuai dengan apa yang dicita-citakan. "Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jadi harus berkembang. Jangan sampai mati tengah jalan," ujarnya.
Dia juga menyampaikan, termasuk BUMDes yang bergerap di bidang lain. Seperti produksi barang, pertanian dan lain sebagainya, juga memiliki tingkat kerawanan yang sama. Ia mencontohkan, seperti budi daya ikan, pengakuan di atas kertas bangkrut karena tidak hasil. Padahal kenyataannya ikannya dijual dan hasilnya dijadikan bancakan. "Kemungkinan-kemungkinan terburuk harus tetap diperhatikan. Jangan sampai menjadi penyebab persoalan pemerintahan desa," ujarnya.
Camat Tirtamulya H Darul Amin, juga meminta kepada para pengelola BUMDes, bisa menjalankan tugasnya secara profesional. Terlebih anggaran yang digunakan bersumber dari APBN. "Jadi jangan sampai menjadi permasalahan hukum," ujarnya.
Semua desa pada dasarnya sudah membentuk BUMDes, tetapi kata Darul, masih harus ada perbaikan-perbaikan. Karena BUMDes merupakan program baru, sehingga para pengelolanya belum 100 persen memahami. "Itu jadi garapan pembina, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten," ujarnya
Ia melanjutkan, mayoritas BUMDes di Tirtamulya simpan-pinjam. Disinggung desa mana saja yang belum beres secara administratif, dia menyampaikan pada dasarnya semua desa sudah beres. Tetapi ada beberapa desa yang direktur BUMDesnya dirubah, sehingga ada perbaikan. "Seperti Kamurang dan Parakanmulya. Karena direkturnya diganti yah. Kalau desa yangg lain sudah beres," pungkasnya. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template