Bule Berselancar di Atas Lumpur Sawah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Bule Berselancar di Atas Lumpur Sawah

Bule Berselancar di Atas Lumpur Sawah

Written By Mang Raka on Rabu, 25 Mei 2016 | 15.30.00

PURWAKARTA,RAKA- Para peserta World Village Conference mendapatkan pengalaman yang tak pernah mereka lakukan sebelumnya di negara mereka masing-masing. Para peserta di ajak Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi turun ke sawah dan menanam padi di area pesawahan Desa Cihanjawar. Bahkan, para peserta juga bisa berselancar menggunakan bajak sawah yang ditarik oleh kerbau.
Salah satu delegasi World Village Conference asal Australia Karis Egree (22) mengaku baru pertama kali turun ke sawah beralaskan lumpur. Mahasiswa asal Murdock University of Australia ini, sangat antusias membajak dengan menggunakan kerbau. "Di negara saya tidak ada yang seperti ini. Saya tadi berselancar di kubangan lumpur. Petani Indonesia ternyata berekreasi sambil bekerja," ucapnya.
Dalam kegiatan tersebut, seluruh peserta World Village Conference memperoleh giliran belajar menamam, menyiangi, sampai menanen padi. Semua tampak antusias. Bupati Dedi, memanfaatkan World Village Conference sebagai ajang promosi tentang pertanian. Dia menilai kesuburan tanah di Purwakarta bagian selatan tidak boleh diabaikan. Itu harus berbanding lurus dengan pemanfaatan teknologi pertanian organik dan pariwisata. "Teknologi tak melulu harus berbentuk mesin dan piranti digital. Kearifan orangtua terdahulu dengan tidak menggunakan bahan kimia dalam bertani adalah bentuk teknologi juga. Saya yakin ini akan berbanding lurus dengan aspek pariwisata. Contohnya hari ini presentasi pertanian organik saya diminati oleh peserta konferensi," paparnya.
Dedi juga faham betul bahwa langkahnya ini bukan tanpa tantangan. Dirinya berujar tantangan terbesar justru muncul dari masyarakat petani sendiri. Masih banyak petani yang enggan mengintegrasikan sawahnya untuk pariwisata padahal jika petani mau bersikap terbuka dapat menjadikan nilai tambah bagi perekonomian petani sendiri. "Tinggal petani mau atau tidak, problemnya kan disitu. Jika dari mulai proses tanam sampai panen petani mau membuka sawahnya untuk pengunjung silakan saja dihitung berapa nilai tambah yang bisa muncul," ungkapnya.
Dedi sempat menyinggung pangsa pasar untuk jenis wisata sawah organik. Menurut riset yang dia kembangkan bersama dengan Bidang Pariwisata, sudah banyak wisatawan yang tertarik untuk menikmati jenis wisata ini sehingga sangat rasional jika menjadi program unggulan wisata bukan hanya Purwakarta melainkan Jawa Barat secara umum. "Ini tanah sunda selalu menarik untuk siapapun, terutama hamparan sawahnya. Saya sudah lakukan riset untuk itu," papar dia.
Dalam kegiatan tersebut seluruh peserta World Village Conference memperoleh giliran untuk belajar menamam, menyiangi sampai menanen padi. Semua tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara yang ditutup dengan mandi di sungai Desa Cihanjawar itu. (awk/dc)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template