Bom Waktu Kejahatan Seksual di Kotabaru-Tirtamulya - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Bom Waktu Kejahatan Seksual di Kotabaru-Tirtamulya

Bom Waktu Kejahatan Seksual di Kotabaru-Tirtamulya

Written By Mang Raka on Selasa, 17 Mei 2016 | 12.00.00

-Satgas Pelayanan Perempuan dan Anak Dibentuk

KOTABARU, RAKA - Kasus kekerasan seksual dan perdagangan manusia menjadi tren kejahatan di Kabupaten Karawang. Banyak korbannya menjadi trauma dan merasa tidak memiliki harapan hidup.
Melihat itu, Unit Pelaksana Teknis Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (UPTKBPP) Kotabaru-Tirtamulya membentuk satgas Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A). "Saat ini marak kejahatan seksual terhadap anak dan perempuan, termasuk KDRT dan perdagangan manusia," ujar Kepala UPTKBPP Kotabaru-Tirtamulya, Suyanto Andi Daryo kepada Radar Karawang, Senin (16/5).
Satgas tersebut setelah dibentuk harus langsung menjalankan tugasnya dengan baik. Dengan terjun ke lapangan, melakukan pendampingan terhadap anak-anak dan perempuan yang menjadi korban kekerasan. Tentunya tidak lepas dari kordinasi dengan pihak pemerintahan desa setempat, terutama para ketua RT di lingkungan masing-masing. Karena yang mengetahui secara rill kondisi di lapangan adalah ketua RT. "Seperti perdagangan manusia. Dengan modus memberikan jasa penyalur tenaga kerja di dalam negeri terutama di luar negeri," ujarnya.
Ia melanjutkan, mereka dijadikan tenaga kerja dengan dokumen yang tidak resmi. Atau bahkan bisa jadi orang-orang sebagai penyalur tersebut sengaja mencari perempuan, untuk dikirim ke daerah tertentu dan dipaksa masuk dunia kegelapan, tepatnya dijadikan Pekerja Seks Komersial (PSK).
Biasanya latar belakang terjadinya kekerasan terhadap anak dan perempuan, diantaranya karena satu keluarga tidak memiliki penghasilan tetap dan tidak bisa menjamin kehidupan keluarganya. Alhasil, ujung-ujungnya anak dan istri menjadi korban. "Satgas ini melakukan pendampingan, baik terhadap kasus yang berpotensi terjadi atau yang sudah terjadi," ujarnya.
Khusus bagi kasus yang sudah terjadi, mereka akan mendampingi korban-korban pemerkosaan atau KDRT agar bisa semangat menjalankan hidup, dan memiliki harapan di masa mendatang. "Stop kekerasan terhadap anak dan perempuan. Jadikan wadah ini sebagai pengabdian kita terhadap masyarakat, bangsa, negara dan agama," pungkasnya. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template