BKD Larang Guru Mesum Mengajar Lagi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » BKD Larang Guru Mesum Mengajar Lagi

BKD Larang Guru Mesum Mengajar Lagi

Written By Mang Raka on Rabu, 18 Mei 2016 | 18.02.00

PURWAKARTA, RAKA - Buntut dari tertangkap tangannya NK, salah seorang guru honorer di Purwakarta yang diduga kumpul kebo dengan RS (40), pejabat dilingkungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Purwakarta, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) melarang NK untuk mengajar lagi di sekolah manapun.
Kepala Inspektorat Kabupaten Purwakarta, Wawan Tarsamana Setiawan, juga bakal memanggil RS (40), pejabat struktural dinas pendidikan yang menjabat sebagai Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan di Purwakarta Kota. Pemanggilan yang diagendakan pada hari Rabu, (18/5) ini untuk memintai keterangan dan pemeriksaan terakit kebenaran dugaan kumpul kebo dan perbuatan asusila diluar nikah bersama dengan oknum guru honorer berinisial NK (24).
"Kami sudah layangkan surat pemanggilan, besok kita akan mem-BAP," singkat Wawan, saat dikonfirmasi melalui sambungan selulernya, Selasa (17/5).
Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Kepegawaian, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Purwakarta, Agus Jamaludin merekomendasikan agar oknum guru honorer di lingkungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Purwakarta NK (24), untuk mencopot status tenaga honornya. Ini menyusul dengan adanya insiden tertangkap tangannya NK bersama RS, oleh istri RS dan aparat desa serta warga Rs pada Sabtu (14/5) lalu di perumahan Claster Marsela, di Jalan Baru Maracang Kecamatan Babakan Cikao, istri RS yang berinisial SR mendapati suaminya tengah berduaan di salah satu rumah dalam keadaan keduanya sehabis mandi. Keduanya kemudian digiring ke Mapolres Purwakarta. "Kami dari BKD sudah memproses kasus tersebut. Untuk guru honorernya, kami rekomendasikan untuk tidak mengajar lagi di institusi pendidikan manapun di Purwakarta," ujar Agus, melalui selulernya, Selasa (17/5).
NK diketahui telah menjadi guru honorer kurang lebih tiga tahun. Dengan adanya dugaan kasus tersebut, dianggap akan menutup harapan NK untuk diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Disdikpora Purwakarta. "Arti rekomendasi itu, ya status tenaga honorernya dicabut," tegas Agus.
Sedangkan untuk RS yang saat ini berstatus PNS eselon III, lanjut dia, sampai saat ini pihaknya sedang memeriksa yang bersangkutan untuk mempertanggung jawabkan perbuatan yang dilarang bagi PNS. "Itu perbuatan pelanggaran berat. Sanksinya sesuai dengan aturan yang ada bagi PNS, penurunan pangkat selama 1 hingga 3 tahun atau diberhentikan dengan hormat," jelas Agus.
Dalam menangani dugaan kasus tersebut lanjut dia, intansi BKD enggan terburu-buru menjude nasib keduanya. "Kita tunggu saja hasil pemeriksaan oleh dewan kehormatan," pungkasnya. (awk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template