Bisnis Migas Tanpa Abaikan Lingkungan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Bisnis Migas Tanpa Abaikan Lingkungan

Bisnis Migas Tanpa Abaikan Lingkungan

Written By Mang Raka on Selasa, 24 Mei 2016 | 12.00.00

CILAMAYA KULON, RAKA - Menjadi wilayah yang kerap dihantui ancaman banjir tahunan, Desa Pasirukem Kecamatan Cilamaya Kulon saat ini memiliki solusi jitu untuk mengantisipasi. Sebagai desa yang masuk wilayah ring 1 eksplorasi minyak dan das (Migas) Pertamina EP Asset 3 Subang Field, masyarakat berhasil dilatih membuat Lubang Resapan Biopori (LRB) melalui "Gerakan Sejuta Biopori" yang dicanangkan secara simbolis di SDN Pasirukem 1 Kamis (28/4) beberapa waktu lalu.
Gerakan yang dimotori langsung Pertamina EP bersama mitranya Care LPPM Institut Pertanian Bogor (IPB) ini pun banjir dukungan dan mengapresiasi birokrasi pemerintahan, kepolisian hingga anggota TNI yang satu persatu "mengebor" tanah untuk membuat lubang-lubang biopori sesaat setelah menyerap ilmu langsung dari penemu teknologi Lubang Resapan Biopori (LRB) Indonesia Ir. Kamir R Brata, M.Sc.
Kepala Desa Pasirukem, H Sehu Supomo mengatakan pihaknya sangat senang dengan masuknya biopori Ke desa yang dibawa langsung Pertamina EP. Kalau melihat sisi manfaat, manfaatnya bisa langsung terasa. Karena, Biopori ini dapat menyerap air dan menyuburkan tanah. "Kita harus berusaha bangkit dari penyakit kronis, yaitu malas. Pertamina EP ini selain usaha migasnya lancar, juga sukses mengembangkan solusi kerusakan lingkungan dengan jitu," kata dia.
Kepala UPTD PAUD/SD Kecamatan Cilamaya Kulon H Udin Makhpudin SH, M.Pd mengungkapkan di Kecamatan Cilamaya Kulon dan Cilamaya Wetan khususnya, merupakan wilayah yang selalu dirundung kecemasan saat musim penghujan tiba. Ancaman banjir selalu mengintai tiap kali hujan turun. Akibatnya, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan SD akan terhenti sementara jika banjir yang dipicu luapan sungai dan sawah masuk ke fasilitas pendidikan.
Selama ini, beragam upaya sudah dilakukan pemerintah, baik pengerukan kali, pembuatan tanggul hingga peringatan dini banjir kiriman, namun belum bisa menjamin volume banjir di Cilamaya berkurang. Untuk itulah, LRB yang dicanangkan Pertamina EP melalui "Gerakan Sejuta Biopori" ini menjadi media cukup ampuh memperkecil ancaman banjir di Desa Pasirukem. Apalagi dilakukan pelatihan dari penemu LRB langsung bersama peneliti LPPM IPB. Sehingga kesadaran masyarakat bisa terbangun. "Kami dukung dan apresiasi gerakan ini, karena kami memang yakin Pertamina EP adalah motor utama penggerak kepedulian lingkungan di wilayahnya," kata Ipar Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Karawang ini.
Di sela-sela penatarannya kaitan konservasi lingkungan, Ir. Kamir Brata, M.Sc, penemu Lubang Resapan Biopori (LRB) Indonesia menuturkan bahwa LRB merupakan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan. Biopori cukup bermanfaat untuk mempercepat resapan air hujan, disamping juga bisa mengurangi banjir, longsor, erosi, dan menyuburkan tanah.
Cara membuatnya pun terus Kamir, begitu mudah karena dilakukan hanya dengan mengebor tanah melalui media bor biopori dengan diameter 10 centimeter dan kedalaman 100 centimeter. Baru setelahnya, lubang-lubang yang sudah dibuat diisi oleh sampah-sampah organik untuk memancing fauna dan flora tanah yang akan membentuk pori-pori. Peraih Kalpaltaru tahun 2015 ini juga menyebut, LRB ini mampu menghasilkan pupuk organik karena diisi oleh sampah organik yang membusuk dan menjadi kompos. "LRB merupakan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan, karena Biopori cukup bermanfaat untuk mempercepat peresapan air hujan," tandas dia.
Dalam sambutannya, Assistant Manager PT Pertamina EP Subang Field, Ery Ridwan mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bukti komitmen Pertamina EP dalam berkontribusi menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar. Keberadaan  Lubang Resapan Biopori (LRB), sudah selayaknya menjadi gerakan bersama agar hasilnya nyata bagi lingkungan. Ia terus Ery sangat mendukung gerakan ini sebagaimana dengan moto perusahaan sendiri yaitu 'Tumbuh Bersama Indonesia'. "Kita mendukung gerakan ini, karena sejalan dengan moto perusahaan," ujar dia. (rud)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. kita lihat penyempitan yg terus menyempit dihilir sungai pasir merah eh putih... harusnya pemkab berencana keras untuk pelebaran diujung sungai pasir putih yg sebagai mana asal letak sisi sungai begitu juga dgn tangkolak

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template